Pengertian Viskositas kinematis dan dinamis

Viskositas kinematis dan dinamis adalah nilai yang menentukan pergerakan suatu zat cair atau fluida dalam kondisi tertentu.

Dalam hidrolika atau mekanika fluida, viskositas dinamis dan viskositas kinematis merupakan konsep yang diperlukan untuk menghubungkan gaya-gaya yang menghasilkan gerakan dan kecepatan dalam suatu cairan. Jadi, penting untuk mengetahui bagaimana cairan bergerak untuk memahami bagaimana mekanisme yang digerakkan oleh fluida cair bekerja.

Untuk memahami kedua konsep tersebut, perlu diperhatikan bahwa viskositas suatu fluida ditentukan oleh tingkat kohesi molekul. Cairan memiliki kohesi antara molekulnya yang lebih lemah dari padatan dan lebih kuat dari gas, yang memberi mereka fluiditas yang mencirikannya. Semakin rendah interaksi antara molekul cairan, semakin rendah viskositasnya, oleh karena itu gesekan semakin kecil.

Viskositas dinamis

Viskositas dinamis, juga disebut viskositas absolut, adalah hambatan internal antara molekul fluida yang bergerak dan menentukan gaya yang menggerakkan dan merusaknya.

Isaac Newton (1643-1727) mengamati perilaku zat cair ini saat menempatkannya di antara dua pelat paralel. Pelat dasar statis dan pelat atas dengan gerakan konstan satu sentimeter per detik. Dengan cara ini, dia sampai pada Hukum Newton tentang viskositas (μ)yang direpresentasikan dalam rumus berikut:

Cairan bergeser dalam lapisan atau lembaran, yang berarti kecepatan fluida adalah nol pada permukaan kontak dan meningkat ketika semakin jauh menciptakan garis singgung yang disebut gaya tangensial (Ft).

Untuk menghitung viskositas dinamis, digunakan satuan spesifik dalam Sentigramsekon (CGS) Poise (P).

Viskositas kinematis

Viskositas kinematis menghubungkan viskositas dinamis dengan massa jenis zat cair. Mengambil nilai viskositas dinamik maka viskositas kinematik suatu fluida dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Viskositas kinematis

Dalam ukuran ini, viskositas adalah hambatan fluida terhadap luncuran, dan massa jenis adalah berat jenis (massa / volume) dibagi dengan gravitasi. Misalnya, oli motor kental perlahan meluncur ke bawah tabung, tetapi masih kurang padat daripada air saat mengapung di atasnya. Dalam hal ini, airnya kurang kental, tetapi lebih padat daripada minyaknya.

Untuk perhitungan viskositas kinematik, digunakan satuan spesifik dalam Sistem Satuan Stoke (St) Sentigramsekon (CGS).

Penting untuk diingat bahwa viskositas dinamik dan kinematik bergantung pada sifat zat cair dan suhunya, misalnya, semakin tinggi suhu zat cair, semakin kurang kentalnya, karena kohesi molekul menjadi lebih banyak. lemah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *