Pengertian Solenoid dan kegunaannya

Solenoid adalah kumparan bahan penghantar yang bekerja melalui medan elektromagnetik untuk membuka atau menutup katup.

Solenoida adalah spiral dari bahan konduktif yang memiliki kemampuan menghasilkan medan magnet melalui penerapan arus listrik di dalamnya. Oleh karena itu, solenoid identik dengan elektromagnet atau solenoid valve.

Penggunaan solenoid yang paling umum adalah untuk mengontrol pembukaan dan penutupan katup untuk aliran gas (sistem pneumatik) atau cairan (sistem hidrolik) seperti, misalnya, pada AC, tomografi atau pencitraan resonansi magnetic (MRI), di dalam kendaraan bermotor, di pintu elektromagnetik, speaker, dan mikrofon.

Pembukaan atau penutupan katup solenoid didasarkan pada impuls elektromagnetik solenoida yang menarik, oleh gaya magnetnya, piston atau silinder ke tengah kumparan, menggerakkan atau membuka katup.

Solenoid dalam biologi

Dalam biologi, solenoida mengacu pada struktur kuaterner dari tingkat struktur DNA yang terdiri dari gulungan satu set nukleosom. Solenoida, pada gilirannya, juga berputar menjadi kromatin – substansi inti sel.

Solenoid starter

Pengoperasian solenoida pada start mesin kendaraan, misalnya, menggunakan prinsip penerapan arus listrik untuk menciptakan impuls elektromagnetik melalui pengisian baterai.

Solenoida dapat bekerja dengan arus bolak-balik (AC) atau arus searah (DC), dengan voltase berbeda untuk menambah atau mengurangi daya dan menerapkan durasi yang berbeda dalam siklus operasinya.

Solenoida tidak digunakan untuk mengatur cairan, karena tidak mampu menghitung, membatasi, atau menyaring gas atau cairan dalam jumlah tertentu, oleh karena itu solenoida hanya berfungsi untuk mengontrol aliran gas atau cairan ini ke, misalnya, menghidupkan mesin. .