Sekolah yang dikelilingi oleh tanaman hijau meningkatkan perkembangan kognitif anak-anak

Investigasi yang berfokus pada studi siswa sekolah dasar Barcelona menunjukkan bahwa anak-anak yang bersekolah di sekolah dengan vegetasi dan ruang alami di dekatnya cenderung mengembangkan keterampilan kognitif mereka dengan lebih baik. Hasilnya baru-baru ini dipublikasikan di PNAS.

Tim peneliti menguji kemampuan siswa dalam hal konsentrasi dan memori kerja, yaitu kemampuan untuk mengingat sesuatu sementara untuk melaksanakan suatu tugas. Hasil analisis data menunjukkan bagaimana siswa yang bersekolah di sekolah yang dikelilingi oleh ruang hijau berkinerja lebih baik dalam dimensi ini.

Selanjutnya, perbedaan status sosial ekonomi keluarga anak laki-laki dan perempuan tidak menjelaskan temuan ini. Penelitian yang digunakan sebagai sampel sebanyak 2.000 siswa kelas dua, tiga dan empat yang bersekolah di 36 sekolah yang berlokasi di Barcelona (Spanyol).

Untuk menentukan peringkat masing-masing sekolah menurut jumlah vegetasi di sekitar mereka, tim mengambil foto satelit dari masing-masing sekolah dan mengukur jumlah hijau yang muncul di halaman mereka dan di sekelilingnya.

Penyebab yang berbeda, hasil yang sama

Sebagian alasan mengapa siswa di sekolah berjubah tanaman hijau dapat berkinerja lebih baik mungkin karena kualitas udara yang mereka hirup, analisis konsentrasi polusi telah mengungkapkan. Semua tanaman memberikan udara segar ke lingkungan, tetapi pohon dan semak-semak juga bertindak sebagai penghalang terhadap arus udara yang terkontaminasi oleh asap mobil.

Efek yang sama dari isolasi fisik terjadi dengan kebisingan yang berasal dari lingkungan perkotaan, yang memudahkan siswa untuk berkonsentrasi pada tugas. Selain itu, keberadaan area dengan vegetasi dapat meningkatkan pemanfaatan lingkungan untuk berolahraga.

Karena olahraga teratur membantu mengurangi tingkat stres dan dapat meningkatkan kinerja di bidang kognitif tertentu, sangat mungkin siswa yang bersekolah di lingkungan yang hijau merasa lebih terstimulasi untuk memperhatikan di kelas dan dengan mudah mengasimilasi apa yang mereka pelajari, dengan tidak terganggu. dan memiliki pikiran yang terlatih untuk memperhatikan.

Lingkungan mempengaruhi kita lebih dari yang kita duga

Implikasi sosial dan perkotaan kurang lebih jelas: mengganti teras beton dan lingkungan perkotaan dengan daerah berhutan dapat berdampak positif pada cara kelas digunakan (dan, kebetulan, meningkatkan kesehatan siswa dan profesional di pusat). Tentu saja, tidak semua sekolah memiliki kemungkinan untuk membuka ruang alam karena terletak di pusat kota besar, tetapi mengarahkan upaya untuk menempatkan bahkan beberapa daerah berhutan di halaman sekolah bisa menjadi cara cepat dan mudah untuk membantu kaum muda.

untuk lebih melatih kapasitas mental mereka. Masa kanak-kanak adalah saat ketika perubahan kecil dalam konteks dapat sangat mempengaruhi perkembangan kognitif, dan tetap dekat dengan area yang tak tersentuh dari spesies manusia tidak perlu terlalu banyak bertanya.

Referensi bibliografi:

  • Dadvand P, Nieuwenhuijsen MJ, Esnaola M, Forns J, Basagaña X, Alvarez-Pedrerol M, dkk.

    (2015). Ruang hijau dan perkembangan kognitif pada anak sekolah dasar, PNAS, konsultasi online.

    doi:10.1073/pnas.1503402112