Resistance (Pasar saham) adalah

Resistance dalam indikator pasar saham dari tipe grafik yang berfungsi untuk menemukan plafon harga, yaitu area di mana harga overbought dan oleh karena itu, ketika naik ke level itu, ia akan memantul ke bawah. Kebalikan dari Resistance adalah Support.

Teori analisa teknikal mengatakan bahwa ketika harga mencapai resistance maka operasi yang harus dilakukan adalah order jual atau posisi short, dan ini hanya dimungkinkan melalui financial derivatives. Namun, ada juga pelaku pasar yang menyerang harga secara agresif setelah dengan mudah melampaui resistance yang ditandai dengan persentase tertentu, karena diharapkan ketika resistance tersebut pecah, harga akan naik tajam.

Zona resistance harus dipertimbangkan ketika telah bertindak sebagai zona konflik harga di masa lalu, selama itu disertai dengan volume negosiasi penjualan yang signifikan. Dalam hal ini, semakin banyak volume, semakin andal resistancenya dan semakin aman kita dalam operasi itu.

Contoh zona resistance

Mari kita lihat contoh zona resistance di grafik mingguan Ibex35:

Seperti yang bisa kita lihat, pada level 11.631 terdapat zona resistance yang disertai dengan volume perdagangan yang besar dimana harga telah berbalik arah dan telah membentuk pola double top (telah menyentuh garis merah yang telah kita gambar dua kali).

Penting untuk diingat bahwa setelah zona resistance dianalisis, perlu dihitung berapa kali zona tersebut telah disentuhnya, karena semakin sering diulang dalam waktu singkat, zona tersebut tidak lagi valid dan akan jauh lebih sedikit dapat diandalkan.

Di sisi lain, tidak disarankan untuk menyerang harga beli di atas ini, karena ini adalah strategi yang sangat agresif karena kita membeli dengan harga yang jauh lebih tinggi. Strategi yang paling masuk akal adalah jual harga (posisi pendek) karena kita akan tertarik menjual dengan harga tinggi untuk membelinya kembali dengan harga lebih murah dan dengan demikian memperoleh keuntungan.