Privasi digital adalah

Privasi digital adalah hak yang dimiliki setiap pengguna web untuk memutuskan data pribadi mana yang ingin mereka bagikan dan mana yang ingin mereka jaga agar tetap aman untuk melindungi privasi mereka.

Konsep privasi digital muncul bersamaan dengan internet dan kemampuannya untuk mengumpulkan dan berbagi data.

Dalam pengertian ini, perlindungan informasi pribadi di jaringan telah menjadi topik yang menarik secara umum seiring dengan meningkatnya kemungkinan komunikasi. Demikian pula, jumlah informasi dan konten yang dapat dikirim, diterima, dan disebarluaskan meningkatkan kemungkinan disadap oleh pihak ketiga.

Karakteristik privasi internet

Saat pengguna menjelajahi internet, dia meninggalkan “sidik jari” atau jejak dari tindakan yang dia lakukan. Dalam pengertian ini, privasi digital menyiratkan karakteristik tertentu, seperti menjalankan tugas tertentu atau berbagi data berikut:

  • Nama lengkap.
  • Alamat rumah.
  • Nomor identifikasi pribadi.
  • Data bank.
  • Alamat email.
  • Foto, video atau audio pribadi.
  • Jawab survei digital yang meminta data pribadi.
  • Lakukan pembelian secara online.
  • Gunakan layanan pelanggan secara digital (email, obrolan, pesan pribadi)
  • Bagikan geolokasi.

Perusahaan yang meminta jenis data atau tugas ini dapat mengarsipkan informasi ini dan menggunakannya untuk tujuan komersial (membuat profil pengguna, memahami keputusan pembelian, meningkatkan pengalaman pengguna, dll.).

Namun, meski banyak dari perusahaan atau penyedia internet tersebut mengklaim bahwa penanganan data pribadi bersifat rahasia, tidak ada cara untuk mengetahuinya. Faktanya, ada kasus di mana ditemukan perusahaan yang menjual informasi penggunanya kepada pihak ketiga atau situasi di mana terjadi kebocoran data, yang memungkinkan informasi yang seharusnya bersifat pribadi beredar bebas di internet.

Di sisi lain, tidak hanya perusahaan yang dapat menggunakan data pribadi tanpa izin dari pengguna. Hacker dapat mencari informasi di internet dan menggunakannya untuk tujuan kriminal, seperti mencuri password bank atau mencuri identitas untuk melakukan penipuan.

Contoh privasi digital

Ada beberapa alternatif yang memungkinkan pengguna melindungi data pribadi mereka saat menjelajah internet. Ini beberapa di antaranya:

Izin untuk menggunakan cookie.

Cookies adalah file halaman web yang disimpan di perangkat pengguna dan memungkinkan pelacakan aktivitas online mereka. Untuk alasan ini, dalam beberapa undang-undang disebutkan bahwa perusahaan memberi tahu pengguna bahwa mereka menggunakan cookie dan meminta izin kepada mereka untuk memiliki akses ke data pribadi mereka.

Kebijakan Privasi.

Ini adalah dokumen hukum di mana perusahaan digital atau penyedia internet memberi tahu pengguna tentang kebijakan internal mereka terkait penggunaan yang mereka berikan pada data pribadi mereka.

Kebijakan privasi selalu menyertakan kotak atau opsi bagi pengguna untuk menyatakan bahwa mereka telah membaca dan menerima persyaratan kebijakan tersebut.

Peringatan hukum.

Pemberitahuan hukum adalah dokumen di mana pengguna diberi tahu tentang syarat dan ketentuan di mana mereka dapat menggunakan halaman web yang mereka lihat. Mungkin ada beberapa pedoman yang terkait dengan kebijakan privasi Anda.

Hak untuk dilupakan.

Hak untuk dilupakan adalah salah satu inisiatif terpenting yang telah dibuat untuk melindungi privasi data pribadi di internet. Intinya, adalah hak setiap pengguna untuk meminta penyedia layanan internet (halaman web, penyedia, mesin pencari) untuk menghapus data pribadinya dari web.

Hak ini hanya berlaku ketika data pengguna digunakan secara tidak benar atau ketika informasi yang ditampilkan sudah usang.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *