Pengertian Polisemi dan contohnya

Polisemi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keragaman makna yang dikandung kata atau tanda linguistik tertentu. Polisemi juga merupakan konsep yang mengacu pada berbagai makna yang dapat dimiliki frasa atau ungkapan tergantung pada konteksnya.

Kata polisemi terdiri dari awalan poli-, yang menunjukkan “banyak” dan dengan sema, yang berasal dari bahasa Yunani dan mengacu pada “makna”. Karenanya, kata polisemi digunakan untuk menunjuk kata-kata yang memiliki lebih dari satu arti.

Kata polisemik ditemukan dalam banyak bahasa, yang muncul karena berbagai alasan, termasuk:

  • Arti kiasan dari kata-kata: yaitu, ketika metafora atau metonimi digunakan untuk merujuk atau menunjukkan sesuatu yang spesifik. Misalnya, saat mengacu pada kaki tabel untuk menunjukkan kolom atau batang yang menopang objek ini.
  • Bahasa khusus atau teknis: yaitu ketika kata-kata tertentu dikaitkan dengan makna teknis menurut bidang pekerjaan, penelitian, pengembangan, dan lain-lain. Misalnya, kata “adonan” dalam bidang sains tidak memiliki arti yang sama dengan fisika atau kimia, jika kita membandingkannya dengan maknanya di bidang kuliner, yang tentunya mengacu pada suatu bahan dalam suatu resep.
  • Pengaruh kata asing: ada keragaman kata yang lebih dari satu makna telah diturunkan berkat pengaruh atau penerapan istilah asing tertentu. Contoh paling umum adalah kata “kancing”, yang pada prinsipnya digunakan untuk menyebut salah satu aksesori yang dimiliki garmen, tetapi juga dapat menunjukkan bagian tertentu dari peralatan rumah tangga.
  • Homonim: Homonim mengacu pada dua atau lebih kata yang dieja dan diucapkan sama tetapi artinya berbeda. Misalnya, melalui bank Anda dapat merujuk ke lembaga keuangan atau tempat duduk.

Contoh kata Polisemi

Ada beberapa contoh kata polisemik yang digunakan setiap hari untuk merujuk atau menunjukkan satu atau lebih hal pada waktu yang bersamaan. Berikut beberapa yang paling sering digunakan:

  • Bisa. Ardi bisa mengerjakan soal itu dengan mudah. Bisa ular itu sangat berbahaya.
  • Akar. Akar pohon itu mengganggu bangunan. Kita harus mencari akar masalahnya agar dapat menyelesaikan kasus itu dengan baik.

Ada juga kata polisemik lain seperti tas, kapital, kubus, penggaris, lapisan, organ, daun, dan lain-lain.

Polisemi Sejarah

Polisemi Sejarah mengacu pada semua makna yang dimiliki kata ini sesuai dengan konteks penggunaannya.

Pada bagiannya, kata sejarah memiliki arti yang berbeda, yang membuatnya menonjol di antara kata-kata polisemik lainnya.

Penggunaan yang paling umum mengacu pada sejarah kemanusiaan dan pembentukan serta perkembangan bangsa. Tapi, bisa juga merujuk pada sejarah seni atau sastra dan bahkan sejarah ilmu sosial dan ilmiah.

Sejarah juga digunakan ketika seseorang menceritakan atau menceritakan suatu peristiwa, sesuatu yang terjadi.

Jika cerita dirujuk sebagai cerita, informasi ini bisa jadi benar dan khayalan, yang akan bergantung pada ruang dan situasi di mana sebuah cerita sedang dibahas. Misalnya tentang peristiwa yang terjadi selama kegiatan sosial atau tentang cerita sastra dan imajinatif.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *