Perkembangan kognitif adalah

Perkembangan kognitif adalah semua proses di mana manusia memperoleh keterampilan yang memungkinkannya untuk menafsirkan realitas dan berinteraksi dengannya secara efisien. Oleh karena itu, perkembangan kognitif atau kognitif dipahami sebagai evolusi dari kapasitas intelektual, di mana kecerdasan merupakan salah satu yang terpenting.

Beberapa penulis telah mengembangkan teori tentang perkembangan kognitif. Namun, Jean Piaget, seorang peneliti Swiss terkemuka di bidang perilaku manusia, memberikan kontribusi paling abadi untuk hal ini di abad ke-20.

Teori perkembangan kognitif Piaget

Pada pertengahan abad ke-20, Jean Piaget menyatakan bahwa perkembangan kognitif dimulai sejak lahir, dan merupakan kombinasi dari faktor lingkungan dan proses pematangan biologis.

Teori perkembangan Piaget menjelaskan 4 tahapan atau fase, dan mengasumsikan bahwa proses kognitif diatur secara progresif, sedemikian rupa sehingga tidak mungkin memperoleh keterampilan suatu tahapan tanpa melalui tahapan sebelumnya.

Untuk memahami bagaimana perkembangan kognitif dicapai, penting untuk mengetahui beberapa fungsi yang telah disempurnakan dengan proses evolusi dan yang penting dalam proses ini:

Bahasa.

Perkembangan bahasa melibatkan pembelajaran dan penggunaan sistem simbol (seperti menulis) dan kemampuan untuk memahami dan menyebarkannya.

Kamus.

Itu adalah kumpulan kata-kata yang telah dipelajari dan diperlukan untuk mengungkapkan pikiran dan gagasan.

Penyimpanan.

Ini mencakup semua proses yang melaluinya otak mengumpulkan dan menggunakan informasi tanpa perlu mempelajarinya lagi setiap kali diperlukan.

Fungsi kognitif ini juga mencakup memori kerja, yang memungkinkan penyimpanan leksikon.

Perhatian.

Perhatian menyiratkan fungsi jaringan saraf yang didedikasikan untuk kompresi satu stimulus pada satu waktu, dan kapasitas ini penting dalam proses pembelajaran, di mana penerimaan informasi secara selektif diperlukan.

Persepsi.

Persepsi melibatkan perekaman dan interpretasi pengalaman sensorik, serta kemampuan untuk mengubah rekaman itu menjadi representasi realitas.

Intelijen.

Intelijen menyiratkan pemrosesan semua informasi yang berasal dari lingkungan dengan cara yang efisien, sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk diakses dan diterapkan dalam menyelesaikan masalah.

Semua fungsi kognitif ini bekerja secara simultan dan penting bagi perkembangan individu, dan pada gilirannya akan berdampak pada pembentukan tingkah lakunya.

4 fase perkembangan kognitif Piaget

Peneliti Jean Piaget mengidentifikasi empat tahap perkembangan kognitif yang dimulai sejak lahir dan berujung pada masa remaja, dan yang telah menjadi pedoman untuk menentukan kemajuan atau evolusi kecerdasan masa kanak-kanak.

Tahap sensorimotor.

Fase ini dimulai saat lahir dan berakhir pada usia sekitar dua tahun. Beberapa ciri dari tahapan ini adalah:

  • Aktivitas refleks: ini adalah respons yang tidak disengaja dan otomatis terhadap rangsangan, misalnya, kecenderungan bayi untuk mengepalkan tangan saat menyentuh suatu benda dengan telapak tangannya
  • Pengulangan gerakan: Selama bulan-bulan pertama kehidupan, bayi akan mengulangi gerakan-gerakan tubuh yang menyenangkan baginya.
  • Pemecahan masalah melalui trial and error: Bayi juga akan melakukan pengulangan untuk menyelesaikan masalah, seperti menemukan benda yang hilang dari pandangan.
  • Eksekusi tindakan yang disengaja untuk mencapai tujuan, seperti melepas lembar dari wajah Anda, menemukan objek tersembunyi, dll.
  • Upaya pertama dalam komunikasi lisan: kata pertama muncul yang nantinya akan memunculkan kalimat dasar.

Tahap pra operasional.

Ini adalah tahap kognitif yang dimulai pada usia dua tahun dan berakhir pada usia 7, bertepatan dengan permulaan ke dunia sekolah. Fase ini ditandai dengan:

  • Penggunaan simbol: mereka mulai memahami bahasa metaforis cerita anak-anak, meskipun tidak ada pemisahan yang jelas antara yang nyata dan fantasi.
  • Penggunaan bahasa dan imajinasi: ada lebih banyak kosakata dan kalimat lebih panjang dan lebih kompleks. Mereka juga dapat mengekspresikan diri secara kreatif melalui penggunaan warna, gambar, dll.
  • Pemikiran egosentris: empati atau kesadaran belum berkembang untuk memahami kebutuhan atau sudut pandang lain.
  • Pemikiran logis yang kurang berkembang: reaksi anak dan pemecahan masalah tidak dipandu oleh logika, tetapi oleh peniruan.

Tahap tindakan konkret.

Antara usia 7 dan 11 tahun tahap tindakan nyata dialami. Ini adalah beberapa karakteristiknya:

  • Penggunaan pemikiran logis untuk memahami realitas: reaksi dan pemecahan masalah tidak dilakukan dengan peniruan, tetapi dengan proses refleksi diri.
  • Perbedaan antara dunia nyata dan fantasi.
  • Kemampuan untuk mengklasifikasikan objek dan menetapkan hierarki: anak-anak dapat mengatur objek berdasarkan warna atau bentuk, dapat membuat rangkaian angka, dll.

Tahap operasi formal.

Tahap perkembangan kognitif ini dimulai pada usia 11 tahun dan berakhir pada usia 15 tahun, bertepatan dengan perubahan fisik, biologis, dan emosional remaja. Di antara karakteristiknya yang paling menonjol adalah:

  • Proses definisi identitas dimulai: anak memilih hal-hal yang menurutnya dapat diidentifikasi: hobi, selera, cara berpakaian, berpikir dan berhubungan, dll.
  • Penggunaan pemikiran deduktif-hipotetis: konsekuensi dari suatu peristiwa dapat disimpulkan tanpa perlu melaksanakannya.
  • Minat untuk membangkitkan ikatan sosial baru: keinginan untuk menjadi bagian yang khas pada tahap ini dapat merangsang remaja untuk menjadi bagian dari kelompok baru atau untuk memperkuat ikatan mereka.
  • Pemikiran egosentris berlanjut: karena segala sesuatu berputar di sekitar persepsi individu tentang realitas, mereka jauh lebih sensitif terhadap kritik dan penolakan.



Leave a Reply