Pelatihan fungsional – apa itu, manfaat dan karakteristik

Kita menjelaskan apa itu pelatihan fungsional dan apa manfaatnya. Juga, ciri-cirinya dan apa aksioma Beevor.

Pelatihan fungsional

Pelatihan fungsional menggunakan latihan yang berlaku untuk situasi sehari-hari.

Apa itu functional training?

Pelatihan fungsional adalah salah satu yang dilakukan dengan tujuan tertentu dan tidak hanya untuk memperkuat otot. Dalam hal ini, realisasi latihan yang dapat diterapkan pada situasi kehidupan sehari-hari yang berbeda, pada tingkat pribadi tetapi juga olahraga. Ini adalah tentang mengintegrasikan berbagai aspek gerakan manusia dan didasarkan pada pengembangan kekuatan fungsional dari kelompok otot yang penting.

Pelatihan fungsional atau functional training adalah jenis pelatihan dalam ekspansi penuh dan memiliki jumlah pengikut yang baik di seluruh dunia, termasuk orang-orang yang berdedikasi untuk olahraga secara profesional tetapi juga mereka yang hanya ingin meningkatkan kebugaran mereka.

Karakteristik pelatihan fungsional :

1. Aplikasi

Pelatihan fungsional dirancang untuk memiliki konsekuensi di berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Ini termasuk aktivitas kehidupan sehari-hari seperti menarik atau mendorong, lingkungan kerja seperti situasi dengan postur tetap, penanganan beban atau aktivitas ekstremitas tinggi, atau lingkungan olahraga dan rehabilitasi fisik.

2. Target

Pelatihan fungsional

Pelatihan fungsional meningkatkan kapasitas otot dan mencegah cedera.

Tujuan dari pelatihan fungsional yang beragam dan mencakup pengembangan berbagai kelompok otot yang terlibat dalam berbagai disiplin ilmu olahraga, persiapan untuk pengembangan yang tepat dari aktivitas kerja kita, meningkatkan kapasitas fisik dan berotot untuk kehidupan sehari-hari atau pencegahan cedera.

3. Permukaan yang tidak stabil

Permukaan yang tidak stabil digunakan dalam sejumlah besar latihan dalam pelatihan fungsional karena mereka meningkatkan aktivitas proprioseptif berkat ketidakstabilan postural yang diimplikasikannya.

Ini dirancang khusus untuk bekerja di area tengah tubuh, yang bertanggung jawab untuk menstabilkan tubuh. Fitball, bosu atau cakram dinamis dapat disertakan dalam pelatihan ini.

4. Otot inti

Pelatihan fungsional

Pelatihan fungsional melatih otot-otot seperti fleksor pinggul, antara lain.

Pelatihan fungsional menempatkan penekanan khusus pada pengembangan otot yang bertanggung jawab untuk keseimbangan dan stabilisasi tubuh kita, yang dikenal sebagai otot pusat atau otot inti, dari bahasa Inggris.

Beberapa otot yang termasuk dalam kelompok ini dan yang bekerja secara khusus adalah otot rektus abdominis, otot perut miring, glutes, abduktor, otot tulang belakang, fleksor pinggul, dan erektor spinae.

5. Otot tonik

Otot tonik adalah yang bertanggung jawab atas posisi dan fiksasi tubuh kita, tidak seperti otot phasic yang menghasilkan pergerakan otot.

Dalam latihan fungsional, otot-otot tonik diperkuat, karena jika tidak ada fiksasi dan posisi otot yang benar, transmisi kekuatan yang baik tidak akan dilakukan dan otot-otot phasic juga tidak akan berfungsi dengan benar.

6. Koordinasi

Koordinasi tubuh kita adalah unsur dasar karena bertanggung jawab untuk menyinkronkan kekuatan internal dan eksternal dan bertanggung jawab untuk mencari respons terhadap situasi motorik tertentu.

7. Keterampilan motorik

Pelatihan fungsional

Pelatihan fungsional terutama bekerja pada kekuatan dan fleksibilitas.

Keterampilan motorik dapat dibagi menjadi dua jenis, keterampilan fisik atau motorik. Kelompok pertama meliputi kekuatan, kecepatan, kelenturan, dan daya tahan, sedangkan kelompok kedua mengacu pada koordinasi, orientasi spasial, keseimbangan, atau antisipasi.

Dengan latihan fungsional, kapasitas kedua kelompok dilatih, terutama kekuatan dan kelenturan kapasitas fisik dan keseimbangan serta postur keterampilan motorik yang baik.

8. Aksioma Beevor

Aksioma ini mengatakan bahwa otak tidak mampu memahami aksi otot yang terisolasi, tetapi dalam kelompok otot fungsional. Berdasarkan itu, pelatihan fungsional tidak pernah melatih satu otot secara terpisah tetapi selalu bekerja dengan kelompok otot besar.

Dalam kehidupan sehari-hari kita hampir tidak pernah melakukan gerakan yang bergantung pada satu otot saja, jadi dalam hal ini latihan lebih dekat dengan kita sehari-hari.

9. sendi

Pelatihan fungsional

Pelatihan fungsional memungkinkan Anda melakukan gerakan dalam tiga dimensi.

Latihan yang dilakukan dalam latihan fungsional dilakukan lebih dari satu bidang, yaitu gerakan tiga dimensi. Ini memberdayakan sendi yang mampu mencapai jangkauan gerak maksimum dan bekerja pada semua sumbu yang tersedia. Saat bekerja dengan mesin gym, gerakan hanya dilakukan dalam satu arah, sehingga aspek ini jauh lebih terbatas.

10. Variasi

Pelatihan fungsional

Pelatihan fungsional menggunakan instrumen seperti KettleBells.

Berbagai macam latihan dan aksesori untuk digunakan selama pelatihan fungsional membuatnya sangat menarik bagi mereka yang lelah berolahraga secara teratur.

Selain permukaan yang tidak stabil yang telah kita sebutkan, instrumen lain seperti KettleBells atau latihan suspensi dapat digunakan.

Related Posts