Ini perbedaan reaksi oksidasi dan reduksi

Oksidasi adalah reaksi di mana atom, ion atau molekul kehilangan elektron sedangkan reduksi berkorespondensi dengan keuntungan elektron dari atom, ion atau molekul. Baik oksidasi maupun reduksi bergantung pada perubahan bilangan oksidasi atom, yaitu perbedaan muatan atom dalam suatu reaksi.

Reaksi oksidasi dan reduksi selalu terjadi secara bersamaan untuk apa yang umumnya dikenal sebagai reaksi reduksi oksidasi atau reaksi redoks . Misalnya, pembakaran dan korosi adalah reaksi reduksi oksidasi.

Oksidasi Reduksi
Definisi Semi reaksi dimana atom, ion atau molekul kehilangan elektron. Semi reaksi di mana atom, ion, atau molekul memperoleh elektron.
Konsep kunci Oksidasi adalah hilangnya elektron. Reduksi adalah bertambahnya elektron.
Persamaan parsial Zn → Zn 2+ + 2e Cu 2+ + 2e → Cu
Status oksidasi Meningkat Menurun
Agen yang terlibat
  • Agen pengoksidasi adalah salah satu yang menjebak elektron.
  • Agen teroksidasi adalah yang kehilangan elektron.
  • Agen pereduksi adalah salah satu yang menyediakan elektron.
  • Agen tereduksi adalah yang memperoleh elektron.
Contoh Oksidasi metanol menjadi formaldehida:

CH 3 OH → CH 2 O + H 2

Ubah dari atom magnesium Mg menjadi ion magnesium Mg 2+

Pembentukan perak dari ion perak.

Bagian oksigen molekuler O 2 menjadi oksida O -2

Apa itu oksidasi?

Oksidasi adalah hilangnya elektron oleh molekul, atom, atau ion. Suatu unsur teroksidasi ketika kehilangan elektron dalam suatu reaksi; ini dibuktikan dengan peningkatan bilangan oksidasi atom. Semakin tinggi bilangan oksidasi sebuah atom, semakin tinggi derajat oksidasi.

Kata “oksidasi” pertama kali digunakan pada abad ke-18 berkat karya kimiawan Prancis Antoine Lavoisier ketika dia mengidentifikasi oksigen di udara. Pada saat itu, setiap reaksi di mana oksigen merupakan reaktan disebut sebagai reaksi oksidasi. Sekarang kita tahu bahwa tidak semua reaksi oksidasi melibatkan partisipasi oksigen.

Persamaan oksidasi parsial

Persamaan oksidasi parsial adalah bagian dari reaksi umum di mana unsur yang mengalami oksidasi dan jumlah elektron yang ditarik di sisi kanan produk terdapat. Misalnya, dalam reaksi korosi aluminium:

4Al + 3O 2 → 2Al 2 O 3

Persamaan oksidasi parsial untuk aluminium adalah:

Al 0 → Al +3 + 3e

Dalam hal ini, bilangan oksidasi aluminium dalam bilangan unsurnya adalah 0 (nol) dan dioksidasi menjadi ion aluminium dengan bilangan oksidasi +3; artinya, bilangan oksidasi aluminium meningkat.

Oksidator dan oksidator

Agen pengoksidasi adalah salah satu yang menyebabkan bahan kimia lain teroksidasi. Misalnya, ketika magnesium bereaksi dengan oksigen membentuk magnesium oksida:

2Mg (s) + O 2 (g) → 2MgO (s),

oksigen menyebabkan magnesium kehilangan elektron, oleh karena itu oksigen adalah zat pengoksidasi dan magnesium adalah bahan kimia teroksidasi. Logam seperti besi, tembaga, dan magnesium mudah teroksidasi.

Contoh reaksi oksidasi

  • Dehidrogenasi metanol menjadi formaldehida: CH 3 OH → H 2 C = O
  • Atom magnesium kehilangan dua elektron dan menjadi ion magnesium: Mg → Mg 2+ (s) + 2e
  • Transformasi alkohol menjadi cuka adalah reaksi oksidasi: CH 3 CH 2 OH → CH 3 COOH

Apakah reduksi itu?

Reduksi adalah perolehan elektron oleh molekul, atom, atau ion. Suatu unsur berkurang ketika dalam reaksi ia memperoleh elektron. Ini dibuktikan dengan penurunan bilangan oksidasi . Semakin rendah bilangan oksidasi sebuah atom, semakin besar derajat reduksinya.

Misalnya, perubahan ion tembaga, dengan bilangan oksidasi 2+, menjadi tembaga padat, dengan bilangan oksidasi 0:

Cu 2+ (ac) + 2e → Cu (s)

Kata “pengurangan” berasal dari bahasa Latin reduco yang berarti “memulihkan”. Proses ekstraksi logam dipandang sebagai perolehan kembali logam dari senyawa mineralnya, seperti besi dari oksida besi atau tembaga dari tembaga (II) oksida.

Persamaan reduksi parsial

Persamaan reduksi parsial adalah bagian dari reaksi umum di mana elemen yang mengalami reduksi dan jumlah elektron yang diterimanya di sisi kiri reaktan muncul. Misalnya, dalam reaksi korosi aluminium:

4Al + 3O 2 → 2Al 2 O 3

persamaan reduksi oksigen parsial adalah:

O 0 + 2e -2 → O -2

Dalam hal ini, bilangan oksidasi oksigen dalam bentuk molekulnya adalah 0 (nol) dan direduksi menjadi ion oksida dengan bilangan oksidasi -2; artinya, bilangan oksidasi oksigen dari 0 ke -2, menurun.

Agen pereduksi dan pereduksi

Agen pereduksi menyebabkan bahan kimia lain berkurang. Misalnya, ketika magnesium bereaksi dengan oksigen membentuk magnesium oksida:

2Mg (s) + O 2 (g) → 2MgO (s),

Magnesium menyebabkan oksigen mendapatkan elektron, sehingga magnesium bekerja sebagai agen pereduksi sedangkan oksigen berkurang.

Logam cenderung kehilangan elektron sehingga bertindak sebagai agen pereduksi.

Contoh reaksi reduksi

  • Oksigen molekuler memperoleh empat elektron untuk berubah menjadi ion oksida: O 2 (g) + 4e → 2O 2-
  • Pembentukan perak dari ion perak: Ag + (ac) + e → Ag (s)