11 Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit (1293-1520) mungkin adalah yang terbesar dari kerajaan Indonesia awal. Didirikan pada 1294 di Jawa Timur oleh Wijaya, yang mengalahkan penjajah Mongol. Di bawah penguasa Hayam Wuruk (1350-89) dan pemimpin militer Gajah Mada, ia meluas ke seluruh Jawa dan menguasai sebagian besar wilayah Indonesia saat ini — sebagian besar Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Lombok, Malaku, Sumbawa, Timor dan pulau-pulau lain yang tersebar — serta semenanjung Malaya melalui kekuatan militer.

Tempat-tempat bernilai komersial seperti pelabuhan menjadi sasaran dan kekayaan yang diperoleh dari perdagangan memperkaya kerajaannya. Nama Majapahit berasal dari dua kata maja, yang berarti sejenis buah, dan pahit, yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘pahit’.

Kerajaan India, Majapahit adalah yang terakhir dari kerajaan besar Hindu di kepulauan Melayu dan dianggap sebagai salah satu negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Pengaruhnya meluas ke sebagian besar Indonesia dan Malaysia modern meskipun luasnya pengaruhnya masih menjadi bahan perdebatan. Berbasis di Jawa timur dari 1293 hingga sekitar 1500, penguasa terbesarnya adalah Hayam Wuruk, yang pemerintahannya dari 1350 hingga 1389 menandai puncak kejayaan ketika mendominasi kerajaan-kerajaan di Maritim Asia Tenggara (sekarang Indonesia, Malaysia, dan Filipina).

Kerajaan Majapahit berpusat di Trowulan dekat kota sekarang Surabaya di Jawa Timur. Beberapa orang memandang periode Majapahit sebagai Zaman Keemasan sejarah Indonesia. Kekayaan lokal berasal dari penanaman padi basah yang ekstensif dan kekayaan internasional berasal dari perdagangan rempah-rempah. Hubungan perdagangan dibangun dengan Kamboja, Siam, Burma dan Vietnam. The Majapahits memiliki hubungan yang agak kacau dengan Cina yang berada di bawah kekuasaan Mongol.

Hinduisme yang menyatu dengan Budha adalah agama utama. Islam ditoleransi dan ada bukti bahwa Muslim bekerja di pengadilan. Raja-raja Jawa memerintah sesuai dengan wahyu, keyakinan bahwa sebagian orang memiliki amanat ilahi untuk memerintah. Orang-orang percaya jika seorang raja keliru, orang-orang harus ikut dengannya. Setelah kematian Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mulai menurun.

Majapahit berkembang pesat di akhir dari apa yang dikenal sebagai “zaman klasik” Indonesia. Ini adalah periode di mana agama Hindu dan Budha menjadi pengaruh budaya yang dominan. Dimulai dengan kemunculan pertama kerajaan-kerajaan terindianisasi di Kepulauan Melayu pada abad ke-5 M, zaman klasik ini berlangsung selama lebih dari satu milenium, sampai keruntuhan terakhir Majapahit pada akhir abad ke-15 dan berdirinya kesultanan Islam pertama di Jawa pada Demak.

Candi Peninggalan

  1. Candi Jabung. Letak : Desa Jabung, Kecamatan Paiton,Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Fungsi : Sebagai tempat pemujaan.
  2. Candi Wringin Branjang. Letak : Blitar, Jawa Timur. Fungsi : tempat penyimpanan alat-alat upacara.
  3. Candi Sukuh. Letak : Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Fungsi : Sebagai tempat pemujaan.
  4. Candi Rimbi. Letak :Desa Pulosari, Kec Bareng, Kab Jombang. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang di bangun sekitar abad ke 14.
  5. Candi Cetho. Letak : Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Fungsi : sebagai tempat ruwatan, seperti yang terlihat  adanya simbol-simbol dan mitologi yang ditampilkan oleh arca-arcanya
  6. Candi Pari. Letak : Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Fungsi : sebagai tempat peribadatan. Terdapat folklore didirikannya candi itu sebagai simbol kesuburan desa setempat dengan produksi padi yang melimpah dan mampu menyetorkan upeti kepada Raja Majapahit.
  7. Candi Brahu. Letak : Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur. Fungsi : Sebagai tempat untuk pembakaran mayat ataupun penyimpanan abu jenazah. Juga ada yang menyebutkan sebagai tempat pemujaan.
  8. Candi Tikus. Letak : Trowulan, sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto. Fungsi : sebagai tempat pemandian keluarga Raja. sebagai kolam pusat pengaturan air untuk rakyat Mojokerto khususnya Trowulan. tempat pemujaan kepada Tuhan (puncak candi menyerupai Meru)
  9. Candi Surawana. Letak : Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sekitar 25 km arah timur laut dari Kota Kediri.
  10. Candi Bajangratu. Letak : Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Fungsi :  sebagai tempat untuk menghormati Jayanegara.
  11. Candi Minakjingga. Letak : Dukuh Unggahan, Desa Temon, Kec. Trowulan. Fungsi : sebagai tempat pemujaan.



Leave a Reply