Apa itu Koran, produksi dan sejarah

Banyak orang membaca koran untuk informasi tentang peristiwa penting. Koran biasanya diterbitkan secara teratur, seperti setiap hari, minggu, atau bulan. Pada akhir 1900-an, Eropa memiliki lebih dari 2.600 surat kabar harian dan Asia memiliki lebih dari 2.500 koran. Ada sekitar 2.200 harian di Amerika Utara, lebih dari 760 di Amerika Selatan, dan kurang dari 160 di Afrika.

Inti dari sebuah koran adalah kisahnya tentang berita lokal, nasional, dan internasional. Banyak koran juga berisi kolom di mana orang menawarkan pendapat dan interpretasi mereka sendiri atas berbagai peristiwa. Artikel lain mungkin mencakup hiburan, bisnis, perjalanan, dan olahraga. Sebagian besar surat kabar juga memiliki iklan.

Memproduksi Koran

Dibutuhkan banyak orang berbeda untuk menerbitkan koran. Editor memutuskan cerita mana yang harus ditulis. Reporter meneliti dan menulis cerita. Fotografer mengambil gambar. Pengusaha menangani masalah seperti berlangganan dan iklan. Dan banyak orang lain membantu menulis, mendesain, mencetak, mendistribusikan, dan menjual koran.

Mengumpulkan informasi yang cukup untuk mengisi koran sering kali sulit dan mahal hingga terciptanya layanan berita. Layanan berita mengumpulkan informasi dari seluruh dunia dan menjualnya ke berbagai surat kabar. Associated Press dan Reuters adalah dua layanan berita terkenal.

Sejarah

Sebelum pencetakan ditemukan, setiap salinan teks harus ditulis dengan tangan. Proses itu mahal dan butuh banyak waktu. Pada pertengahan 1400-an, Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak yang memungkinkan untuk mencetak kata-kata di atas kertas dengan cepat. Sejak saat itu buletin dan pamflet tentang acara berita diterbitkan di Eropa. Pada 1600-an surat kabar yang mirip dengan yang modern mulai muncul di Eropa dan Jepang. Koran reguler pertama di tempat yang sekarang disebut Amerika Serikat muncul pada 1704.

Pada tahun 1791, Amandemen Pertama Konstitusi AS menjamin kebebasan pers di Amerika Serikat. Namun, beberapa negara masih melarang koran atau mencegah mereka menerbitkan cerita yang mengkritik pemerintah.

Penemuan komputer di tahun 1900-an sangat mengubah bisnis surat kabar. Saat ini penulis dapat dengan cepat mengirim cerita ke penerbit melalui email. Editor dan desainer dapat dengan mudah mengubah konten dan mencari artikel menggunakan komputer. Dan pada akhir 1900-an banyak orang mulai membaca artikel surat kabar di Internet, daripada dalam salinan cetak.



Leave a Reply