Koperasi adalah

Koperasi adalah jenis kelompok dagang yang terdiri dari sekelompok orang yang, dengan kepentingan yang sama, memenuhi kebutuhan individu dan kolektif, melalui pelaksanaan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.

Nilai-nilai koperasi adalah nilai saling membantu, persamaan hak di antara mitra, pemerataan dalam pembagian surplus, solidaritas, kejujuran dan transparansi, antara lain.

Karakteristik anggota koperasi

Ciri-ciri utama anggota koperasi adalah sebagai berikut:

  • Ia memiliki status hukumnya sendiri, berbeda dengan mitranya.
    Kecuali sebagaimana ditentukan dalam undang-undang, mitra tidak akan bertanggung jawab secara tanggung renteng dengan aset mereka atas hutang yang dikontrak oleh perusahaan.
  • Semua anggota memiliki hak untuk satu suara pada pertemuan majelis.
  • Koperasi harus dibentuk melalui perbuatan publik.
  • Nama perkumpulan koperasi akan dibentuk dengan nama perusahaan yang diikuti dengan “perkumpulan koperasi”, atau singkatannya.
  • Modal minimum koperasi harus didirikan dalam undang-undang dan dibayar oleh masing-masing mitra, sejak hari pembentukannya.

Jenis koperasi

Koperasi dapat diklasifikasikan menjadi:

  • Koperasi tingkat pertama: mereka yang mitranya adalah orang perseorangan. Di antara yang paling terkenal adalah koperasi pekerjaan terkait, perumahan, layanan, transportasi, dll.
  • Koperasi tingkat dua: mereka dipanggil dengan cara ini ketika mitra yang membentuk masyarakat, pada gilirannya, adalah koperasi lain (homogen). Dalam beberapa kasus, ini mungkin termasuk penggabungan individu (heterogen) ke dalam masyarakat.

Keuntungan dan kerugian masyarakat

Keuntungan

Kelebihan dari koperasi adalah sebagai berikut:

  • Mereka dikelola secara demokratis oleh mitra mereka.
  • Biaya yang dikeluarkan perusahaan menjadi tanggungan mitra, sesuai dengan kontribusi modalnya.
  • Semua anggota bertanggung jawab atas masyarakat dan harus bekerja sama dalam penyelenggaraannya.
  • Mitra terlibat dalam produksi barang dan jasa, bersama dengan penjualan dan distribusinya, sehingga komunikasi cenderung efektif dan menghasilkan penyesuaian yang cepat dalam proses produksi dan komersial, bila diperlukan.

Kekurangan

Kerugian dari masyarakat koperasi adalah sebagai berikut:

  • Mereka cenderung mengalami kesulitan dalam mengakses sumber pembiayaan, karena organisasi umum perusahaan dibagi di antara beberapa mitra.
  • Keputusan dibagikan oleh semua mitra alih-alih dipusatkan oleh satu orang. Meskipun, secara apriori, ini adalah karakteristik yang positif dan demokratis, ketika waktunya singkat, hal itu sering menghalangi fungsi normal masyarakat.
  • Para rekanan biasanya memiliki pekerjaan berbayar lain dimana mereka harus memenuhi jadwal yang tetap, yang terkadang menyulitkan dalam menjalankan manajemen perusahaan.
  • Jika perusahaan tidak menghasilkan keuntungan, maka anggota koperasi tidak dapat memperoleh penghasilan dari pekerjaan yang dilakukan di dalamnya.

Contoh koperasi

Beberapa contoh dari jenis organisasi ini adalah:

  • Koperasi Kelistrikan Masyarakat.
  • Masyarakat koperasi pertanian.
  • Masyarakat asuransi koperasi.
  • Koperasi untuk Layanan Darurat dan Keperawatan.
  • Masyarakat buruh kooperatif (dalam kegiatan seperti penangkapan ikan, metalurgi, transportasi, makanan).



Leave a Reply