Kenangan adalah

Kenangan, dari bahasa Latin reminiscentĭa, adalah konsep yang dapat dikaitkan dengan evokasi, ingatan atau memori. Kenangan adalah representasi mental dari suatu situasi, suatu pencapaian atau sesuatu yang telah terjadi di masa lalu.

Contoh: “Aroma ini membawa saya kenangan dari masa sekolah saya”, “Saya bahkan tidak bisa mengingat masa-masa itu”, “Ketika saya melihatnya masuk ke bar, kenangan itu terlintas di pikiran saya dan saya merasa muda lagi ”

Secara umum, kenang-kenangan dipahami sebagai gambar yang tidak tepat atau memori yang orang itu tidak anggap jelas. Kenangan hampir merupakan jejak atau jejak dari sesuatu yang terjadi sebelumnya.

Kenangan juga dikenal sebagai anamnesis dan merupakan ingatan yang tidak tepat atau samar dari suatu peristiwa. Istilah ini juga dapat digunakan untuk menunjuk bagian atau fragmen dari sesuatu yang tidak lagi ada atau bahkan ketika seseorang mengingat dengan cara yang tidak disadari.

Kemungkinan lain adalah untuk memahami kenang-kenangan sebagai pengaruh. Makna konsep ini terkait dengan seni, bidang di mana kenang-kenangan muncul ketika satu pencipta menghadirkan, dalam karyanya, karakteristik yang menyerupai yang lain: “Dalam gambar ini, karya pelukis Belanda mencerminkan kenang-kenangan kubisme Spanyol”, “É sebuah album dengan kenang-kenangan Frank Sinatra dan Paul Anka “,” Saya tidak berpikir ada kenang-kenangan dari Borges dalam novel, tetapi sesuatu yang lebih dekat dengan Sábato “.

Dalam filsafat, kenangan adalah cara memahami tindakan kognitif. Teori ini dikembangkan oleh Plato dan menghubungkan pengetahuan dengan penarikan kembali: untuk filsuf Yunani ini, pengetahuan paling universal tidak dapat diakses hanya melalui pengalaman atau bukti empiris. Jiwa manusia, ketika mengetahui, tidak menghasilkan informasi baru, tetapi “mengingat” sesuatu yang sudah diketahui dari dunia ide, sebuah tahapan sebelum kehidupan fisik (materi).

Yaitu, ketika jiwa mengingat sesuatu, pengetahuan yang diperoleh karena kelahiran kembali (reinkarnasi) dan bahwa, ketika dilanjutkan untuk keberadaan materi, pengetahuan atau ingatan tersebut diingat.

Dalam hal ini, kenang-kenangan didasarkan pada gagasan bahwa pengetahuan yang berasal dari isi pikiran telah ada sejak lahir dan tidak tergantung pada apa yang dialami individu setelah kelahirannya. Dengan demikian, mungkin bagi individu ini untuk mengingat ide dan konsep, misalnya.

Bagi Plato, proses ini dapat dikenal sebagai ingatan, yaitu, ingat akan ingatan atau pengetahuan yang pernah direnungkan, sebelum jiwa dipenjara dalam tubuh fisik. Masih mengenai konsep ini, kenang-kenangan tidak dilihat sebagai cara untuk berinovasi konstruksi pengetahuan melalui intervensi pedagogis, tetapi yang terjadi adalah memori, memori.

Kita juga memiliki apa yang dikenal sebagai “terapi kenang-kenangan”, yang merupakan terapi yang lebih banyak digunakan pada orang tua dengan masalah demensia. Terapi ini bertujuan memulihkan ingatan. Ini adalah alat yang telah membantu banyak orang untuk meningkatkan harga diri dan kualitas hidup mereka secara umum tanpa perlu menggunakan narkoba.