Karakter adalah

Karakter adalah makhluk animasi nyata atau fiksi yang bertindak dalam sebuah cerita (sastra, drama, atau visual). Artinya, karakter adalah entitas yang serangkaian tindakan, kata-kata, dan / atau pikirannya dikaitkan dalam kerangka cerita.

Karakternya dapat berupa orang, hewan, benda animasi, makhluk fantastis atau makhluk gaib. Dalam setiap jenis cerita atau narasi pasti ada karakternya. Misalnya drama, novel, cerita pendek, film, serial TV, atau bahkan lukisan atau patung yang bercerita.

Kata karakter juga digunakan untuk merujuk pada orang-orang yang kualitasnya (positif atau negatif) membuat mereka menonjol, yang menghasilkan serangkaian cerita atau mitos tentang sosok mereka. Contoh paling paradigmatik adalah apa yang disebut tokoh sejarah. Ini juga berlaku untuk merujuk pada apa yang disebut “karakter sehari-hari” (rekan kerja, tetangga, guru, dll.).

Jenis karakter

Dalam teori sastra dan drama, tokoh diklasifikasikan menurut fungsi dan konfigurasinya. Ketika kita berbicara tentang peran karakter, ini mengacu pada tujuan dan arti kehadiran mereka dalam cerita. Menurut ini ada karakter utama dan sekunder.

Pada gilirannya, karakter-karakter ini mungkin memiliki kualitas yang berbeda, yang darinya kriteria klasifikasi lain muncul, terlepas dari tingkat kepentingannya dalam cerita. Dalam pengertian ini, mereka dapat diklasifikasikan sebagai karakter bulat dan datar; karakter statis dan dinamis; karakter karakteristik; arketipe dan stereotip.

Karakter utama

Karakter utama adalah mereka yang menjadi pusat plot cerita, saat mereka memimpin dan mendominasi cerita. Ini dibagi menjadi protagonis dan antagonis. Secara umum, tokoh utama harus berpindah dari situasi “A” ke situasi “B”.

  • Protagonis: protagonis adalah karakter yang menjadi pusat plot utama, yaitu orang yang mengatur dan memobilisasi keseluruhan cerita. Itu bisa menjadi pahlawan atau anti-pahlawan. Mungkin juga ada lebih dari satu protagonis, dalam hal ini kita berbicara tentang ko-protagonis. Contohnya adalah Prince Hamlet, dalam William Shakespeare’s Hamlet, Prince of Denmark.
  • Antagonis: antagonis memiliki fungsi menentang transit atau rencana protagonis. Dengan cara ini, ini menciptakan ketegangan yang lebih dramatis di sekitar konflik utama. Contoh antagonis adalah Claudius, saudara laki-laki Raja Hamlet, yang dia bunuh untuk mendapatkan takhta, di Hamlet karya William Shakespeare, Pangeran Denmark.

Karakter sekunder

Karakter sekunder adalah mereka yang berfungsi untuk mendukung atau mendukung protagonis dan antagonis. Dalam pengertian ini, mereka melengkapi karakter utama. Dalam sinema, tokoh-tokoh sekunder juga sering disebut sebagai tokoh pendukung.

Karakter bulat dan karakter datar

Karakter bulat adalah karakter kompleks yang mengekspresikan berbagai dimensi dan mewujudkan konflik batin yang penting. Mengingat karakteristik mereka, mereka dihadapkan pada transformasi di sepanjang cerita yang biasanya mengejutkan pembaca. Kualitas ini membuat karakter bertambah secara mendalam.

Karakter polos atau datar adalah karakter dengan sedikit karakteristik atau karakter sederhana, yang tidak mengekspresikan sisi dominan dan, selain itu, tidak menunjukkan konflik internal. Oleh karena itu, mereka juga biasanya cukup stabil dan mudah dikenali sebagai baik atau buruk.

Karakter dinamis dan statis

Karakter dinamis adalah karakter yang hanya dapat kita temukan dan pahami melalui tindakan, perkataan, dan pemikiran mereka yang terungkap dalam teks, sehingga tidak pernah selesai. Karakter dinamis selalu bergerak, yaitu selalu mengalami proses transformasi

Karakter statis adalah yang dapat kita ketahui melalui informasi yang diberikan oleh narator. Karakter-karakter ini biasanya menunjukkan model yang mapan secara sosial, yang bisa berupa ekonomi (bos otoriter), psikologis (wanita muda sentimental), intelektual (yang tahu segalanya) atau religius (pendeta).

Arketipe dan stereotip

Karakter pola dasar adalah karakter yang kualitasnya menjadikannya model referensi utama dalam ketidaksadaran kolektif. Kata arketipe berasal dari bahasa Yunani arche, yang berarti ‘fundamental’, ‘asal’ atau ‘awal’, dan tipe, yang berarti ‘model’.

Contohnya diwakili oleh karakter Ulysses atau Odysseus dalam lakon The Odyssey, yang telah menjadi pola dasar pahlawan Barat.

Stereotip sastra adalah gambaran atau gagasan yang diterima secara sosial tentang suatu tokoh, yang tidak berubah sepanjang waktu, artinya, ia memiliki karakter yang tidak berubah. Kata stereotipe berasal dari bahasa Yunani esteros yang artinya padat, dan tipe yang artinya model.

Dalam penuturannya, stereotip seperti representasi orang asing memang lumrah. Contoh lainnya dapat berupa: ibu yang rela berkorban, pemabuk, orang saleh yang suka bergosip, dll.

Karakter karakteristik

Karakter karakteristik adalah karakter “tipikal” atau bahkan stereotip, yang diberkahi dengan karakteristik yang begitu rinci atau terspesialisasi sehingga menjadi karakter unik dalam kategorinya.

Karakteristik karakter

Ciri-ciri tokoh atau karakter sebagai unsur cerita atau narasi dapat diringkas sebagai berikut:

  • Karakter dapat berupa fiksi atau berdasarkan subjek nyata.
  • Selain manusia, elemen apa pun dapat menjadi karakter selama “dipersonifikasikan”, yaitu, itu dikaitkan dengan kualitas makhluk yang rasional: hewan, benda, makhluk supernatural dan fantastis.
  • Semua karakter diberkahi dengan fitur fisik (terlihat atau terdengar) dan psikologis, yang bervariasi dalam tingkat kerumitan sesuai dengan kepentingannya.
  • Karakter mengekspresikan diri melalui suara dan / atau tindakan mereka.
    Tindakan karakter mengubah cerita.
  • Dalam sastra, tokoh-tokoh berperan sebagai persaingan paradigma ideologis dalam fiksi.

Tokoh sejarah

Seorang tokoh sejarah adalah orang dari masa lalu yang menandai sejarah dan, oleh karena itu, telah melampaui waktu. Definisi ini mencakup tokoh-tokoh yang telah membawa manfaat besar bagi umat manusia dan mereka yang menyebabkan kerugian besar.

Mereka mendapat julukan “tokoh” karena ceritanya, meskipun menggambarkan peristiwa nyata dan konkret, juga merupakan bentuk narasi, sebagaimana cerita dan novelnya, hanya saja mereka menceritakan kisah fiksi.

Beberapa contoh tokoh sejarah yang sangat relevan adalah: Cleopatra, Julius Caesar, Pericles, Constantine, Joan of Arc, Galileo Galilei, Copernicus, Isabel the Catholic, Christopher Columbus, Hernán Cortés, Leonardo da Vinci, Luther, Napoleon Bonaparte, Simón Bolívar, José Stalin, Adolf Hitler dan JF Kennedy.



Leave a Reply