Hifa adalah: pengertian, fungsi, struktur, jenis

HIFA adalah unit vegetatif dalam struktur cendawan. Bentuknya berserabut dan berbentuk tabung dengan dinding sel, mampu menampilkan sekat-sekat (hifa septate) maupun tidak (hifa aseptate) dan didalamnya terdapat sitoplasma yang menjadi zat mirip putih telur bersama dengan struktur kecil dengan morfologi dan fungsi tertentu yang disebut organoid.

Pengertian

Hifa adalah cabang filamen panjang yang ditemukan pada jamur dan actinobacteria (ditunjukkan di bawah). Hifa adalah struktur penting yang diperlukan untuk pertumbuhan pada spesies ini, dan bersama-sama, disebut sebagai miselium.

Struktur

Setiap hifa terdiri dari setidaknya satu sel yang dienkapsulasi oleh dinding sel pelindung yang biasanya terbuat dari kitin, dan mengandung septa internal, yang berfungsi untuk membagi sel. Septa penting karena memungkinkan organel seluler (mis., Ribosom) melewati sel-sel melalui pori-pori besar. Namun, tidak semua spesies jamur mengandung septa. Hifa rata-rata berukuran sekitar 4 hingga 6 mikron.

Pertumbuhan

Pertumbuhan hifa terjadi dengan memperpanjang dinding sel dan komponen internal dari ujung. Selama pertumbuhan ujung, organel khusus yang disebut spitzenkörper, membantu dalam pembentukan dinding sel baru dan struktur membran dengan menyimpan vesikel yang berasal dari peralatan golgi dan melepaskannya di sepanjang puncak hifa.

Saat spitzenkörper bergerak, ujung hifa diperpanjang melalui pelepasan isi vesikel, yang membentuk dinding sel, dan membran vesikel, yang menciptakan membran sel baru. Saat hifa meluas, septa baru dapat dibuat untuk membagi sel secara internal.

Percabangan karakteristik hifa adalah hasil pembentukan tip baru dari hifa, atau pembagian tip tumbuh (lihat diagram di bawah).

Fungsi

Hifa dikaitkan dengan beberapa fungsi yang berbeda, tergantung pada persyaratan spesifik dari masing-masing spesies jamur. Berikut ini adalah daftar fungsi hifa yang paling umum dikenal:

Penyerapan Nutrisi dari inang.

Beberapa hifa dari jamur parasit khusus untuk penyerapan nutrisi dalam inang tertentu. Hifa ini memiliki tip khusus yang disebut haustoria, yang menembus dinding sel tumbuhan atau jaringan organisme lain untuk mendapatkan nutrisi.

Penyerapan Nutrisi dari Tanah.

Beberapa spesies jamur (mis., Mycorrihizae) telah mengembangkan hubungan simbiotik dengan spesies tanaman vaskular. Jamur membentuk hifa khusus yang disebut arbuskular, yang dapat ditemukan di akar atau filum tumbuhan vaskuler, dan berfungsi untuk menyerap nutrisi dan air dari tanah. Dengan cara ini, hifa membantu tumbuhan dengan meningkatkan aksesnya ke nutrisi di tanah sambil memfasilitasi pertumbuhannya sendiri.

Struktur Perangkap.

Pada beberapa spesies jamur, hifa telah berevolusi menjadi struktur perangkap-nematoda khusus, menggunakan jaring dan struktur cincin untuk menjebak spesies nematoda.

Transportasi Nutrisi.

Beberapa spesies jamur memperlihatkan hifa yang terdiri dari struktur seperti akor, disebut akordial miselia, yang digunakan oleh jamur (mis., Lumut kerak) untuk mengangkut nutrisi melintasi jarak yang sangat jauh.

Klasifikasi

Secara umum, hifa dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat-sifat berikut:

Ciri-ciri:

Ciri hifa adalah metode penting untuk mengklasifikasikan berbagai spesies jamur. Ada tiga ciri hifa utama:

  • Binding: Binding hifa memiliki dinding sel tebal dan sangat bercabang.
  • Generatif: Hifa generatif memiliki dinding sel tipis, sejumlah besar septa, dan biasanya kurang terdiferensiasi. Hifa generatif juga dapat terkandung dalam bahan lain (mis., Agar-agar atau lendir) dan juga dapat mengembangkan struktur yang digunakan dalam reproduksi. Semua spesies jamur biasanya mengandung hifa generatif.
  • Kerangka: Kerangka tulang mengandung dinding sel yang panjang dan tebal dengan beberapa septa. Hifa kerangka juga bisa dari subtipe fusiform, dengan bagian tengah yang bengkak dikelilingi oleh ujung yang meruncing.

Komposisi

Spesies jamur juga diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan sistem hifa yang dikandungnya. Ada empat subtipe umum:

  • Monomit: Meskipun hampir semua spesies jamur mengandung hifa generatif, mereka yang hanya menunjukkan jenis ini disebut sebagai monomitik (mis., Jamur agaric).
  • Dimitik: Spesies yang mengandung hifa generatif selain satu jenis hifa lainnya. Kombinasi yang paling umum dari jamur dimit adalah generatif dan kerangka.
  • Trimitik: Spesies yang mengandung ketiga jenis hifa (generatif, mengikat, dan kerangka).
  • Sarkodimitik dan sarkotrimitik: hifa Sarcodimitic adalah hifa kerangka fusiform terikat dengan hifa generatif. Spesies sarkotrimitik mengandung hifa kerangka fusiform, serta hifa yang mengikat dan generatif.

Pembiasan

Di bawah mikroskop, penampilan hifa berminyak atau granular di bawah mikroskop disebut gloeoplerous. Istilah ini juga digunakan untuk mengklasifikasikan lebih lanjut hifa dari berbagai spesies.

Pembelahan sel

Hifa dapat diklasifikasikan berdasarkan keberadaan septa internal (spesies septate versus aseptate). Hifa juga dapat dibedakan dari spesies yang menghasilkan pseudohifa melalui pembelahan sel. Pseudohifa adalah bentuk pembelahan sel yang tidak lengkap, di mana sel pembagi tidak terpisah. Ada beberapa spesies ragi yang menghasilkan pseudohifa tersebut.

Jenis

  • Hifa aseptat ( a = tidak, septa = septum artinya sekat) adalah hifa yang tidak mempunyai sekat dari dinding sel seperti pada Rhizopus oryzae.
  • Hifa septat uninukleus (berinti tunggal) adalah hifa yang disusun oleh sel-sel berinti tunggal dan memiliki sekat dengan satu inti tiap ruang.
  • Hifa septat multinukleus (multi=banyak) adalah tidak seperti hifa uni nukleus, setiap ruang memiliki inti sel lebih dari satu contohnya pada Nectria cinnabarina.



Leave a Reply