Hidrologi: Pengertian, sejarah, kegunaan, cabang

Hidrologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari perairan planet, lautan, atmosfer dan permukaan bumi. Ia tertarik dengan sifat fisik, kimia, dan mekanis perairan ini, serta distribusi, sirkulasi, dan alirannya di tingkat regional dan global. Namun, cadangan air bawah tanah, yang sesuai dengan hidrogeologi, tidak ditangani.

Hidrologi adalah studi lengkap tentang air di planet kita, berbeda dari hidrografi, yang terbatas pada studi pengukuran dan pengumpulan data hidrologi dan transkripsi mereka dalam dokumen kartografi. Meskipun hidrologi memiliki bidang studi yang lebih luas, dimungkinkan dalam konteks tertentu untuk menggunakan kedua istilah tersebut sebagai sinonim.

Konsep hidrologi yang tepat telah berubah sangat dari waktu ke waktu, tetapi dalam istilah yang sangat luas dapat dipahami sebagai ilmu yang mempelajari dinamika air di planet ini.

Sejarah hidrologi

Sejarah disiplin ini dimulai pada zaman kuno, dalam “periode spekulatif”, karena pengetahuan tentang air dan siklusnya adalah hasil dari spekulasi naturalis alam, seperti Yunani Thales of Miletus (c. 624-546 a. C.), Plato (c. 427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM), atau Roma Seneca (4 SM – 65 M) dan Pliny “lelaki tua itu “(23-79 M).

Namun, sifat spekulatif dari pengetahuan ini tidak mencegah pembangunan karya-karya air besar jaman dahulu, seperti sumur-sumur Arab, Kanat Persia atau sistem irigasi dan saluran Roma kuno dan Mesir.

Tahap ini diikuti, selama masa Renaisans, oleh “periode pengamatan” yang ditandai dengan pengamatan langsung terhadap perilaku air oleh para sarjana seperti Leonardo da Vinci (1452-1519). Kemudian, tahap ilmiah yang tepat dimulai, dikenal sebagai “Pengukuran”, di mana studi tentang air mulai memodernisasi dan memformalkan.

Ini akan diikuti oleh tahap-tahap eksperimen (abad ke-18), modernisasi (abad ke-19) dan empirisme (awal abad ke-20). Pengetahuan tentang air dan kapasitasnya serta pengelolaannya dimodernisasi, hingga mencapai periode rasionalisasi (pertengahan abad ke-20).

Dengan demikian mulai memahami kepentingan vitalnya tidak hanya sebagai elemen biokimia, tetapi sebagai kekuatan pembentuk dunia. Studi dampaknya pada iklim, bantuan, geografi dan meteorologi memerlukan pendekatan teoritis dan praktis, seperti yang mencirikan periode terakhir hidrologi: periode berteori, yang dimulai pada 1950 dan berakhir pada saat ini.

Pentingnya hidrologi

Mengingat pentingnya sumber daya air yang tak terbantahkan, sebagai sumber air minum, sumber daya industri, dan bahkan sumber energi, hidrologi sebagai ilmu pengetahuan tidak dapat lebih relevan, sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dari proyek arsitektur dan industri besar umat manusia.

Hidrologi juga merupakan pendekatan yang sangat diperlukan untuk geografi, klimatologi, geologi dan berbagai teknik sipil. Mengetahui sifat dan perilaku air dalam berbagai tahap dan kondisi sangat penting ketika merencanakan kegiatan ekonomi atau merancang strategi lingkungan.

Apa yang dilakukan ahli hidrologi?

Di dunia di mana air adalah sumber daya yang semakin langka, peran ahli hidrologi dalam industri makanan, pertanian, konstruksi dan pekerjaan hijau tidak bisa lebih penting. Itulah sebabnya ahli hidrologi, secara umum, peduli dengan:

  • Pelajari dinamika aliran dan ketersediaan air, sehingga inisiatif produktif (terutama pertanian) dapat ditempatkan di tempat yang paling nyaman.
  • Usulkan solusi yang berkelanjutan secara ekologis untuk mengembalikan air bekas ke saluran alami.
  • Tinjau dampak berbagai inisiatif manusia terhadap ekosistem hidrologis di sekitarnya.
  • Memprediksi perilaku perairan permukaan dalam menghadapi pekerjaan infrastruktur.

Kegunaan hidrologi

Hidrologi memiliki banyak penerapan di dunia kontemporer, yang sebagian besar berkaitan dengan pemahaman fisik, kimia, dan mekanik air. Dengan demikian, dimungkinkan untuk menggunakan hidrologi di:

  • Pekerjaan teknik sipil, seperti bendungan, sistem pembuangan limbah, banjir sungai, dll.
  • Tugas pengelolaan ekologi, seperti membersihkan sungai, danau, dan laguna, atau mempelajari keberadaan kontaminan atau kerusakan fisik pada hidrosfer. Juga evaluasi ekologis dari industri yang menggunakan air.
  • Desain pembangkit listrik tenaga air, gelombang atau sejenisnya.
  • Desain rencana kontingensi untuk erosi air dan evaluasi limpasan permukaan.
  • Pengendalian banjir dan sistem air perkiraan besar-besaran.

Cabang-cabang hidrologi

Hidrologi terdiri dari banyak cabang khusus, seperti:

  • Oseanografi, studi tentang sistem bawah laut di lautan dan lautan.
  • Meteorologi, studi tentang air di atmosfer dan curah hujan.
  • Hidrologi permukaan, studi tentang perilaku perairan di kerak bumi.
  • Limnologi, studi khusus tentang perilaku danau.
  • Potamologi, studi tentang perilaku sungai.
  • Hidrogeologi, studi tentang air tanah dan peran geologisnya.
  • Kriologi, studi tentang perairan dalam keadaan padat: salju, es, gletser, dll.



Leave a Reply