Fungsi administratif adalah

Fungsi administratif adalah kegiatan atau tugas yang harus dilakukan oleh setiap administrator untuk mencapai hasil yang lebih baik, dalam jangka pendek dan panjang, dalam suatu organisasi. Ini bersifat universal, sehingga administrator mana pun dapat menerapkannya ke pekerjaan mereka.

Konsep ini diperkenalkan oleh Henry Fayol dalam bukunya “Administration Industrielle et Generale” pada tahun 1916. Dalam hal ini, Fayol mengidentifikasi 5 fungsi administratif dasar:

  • Untuk merencanakan
  • Mengatur
  • Memimpin
  • Untuk berkoordinasi
  • Kontrol

Apa fungsi administratifnya?

Lima fungsi administrasi dasar yang diperkenalkan oleh Henry Fayol adalah sebagai berikut:

Perencanaan.

Administrator bertugas merencanakan kegiatan yang ingin dilakukannya untuk melaksanakan tujuan fundamental. Perencanaan akan memungkinkan hasil yang diinginkan dicapai dengan memuaskan di masa depan.

Selama ini, tujuan harus ditetapkan dan strategi yang akan diikuti untuk mencapainya harus ditetapkan, bersama dengan rencana dan koordinasi semua kegiatan organisasi.

Perencanaan ini harus tepat dan di dalamnya kesatuan harus berkuasa. Selain itu, harus kontinu dan fleksibel. Selama proses perencanaan, pengalaman sebelumnya harus diperhitungkan, untuk menghindari semua masalah yang mungkin muncul.

Organisasi.

Penataan kerja sangat penting, karena dengan cara demikian kegiatan yang akan dilaksanakan dapat tertata sehingga struktur perusahaan kokoh. Selain itu, proses ini meliputi pemilihan tenaga terlatih untuk melaksanakan tugas pekerjaan.

Anda juga harus mengatur alat yang akan digunakan, tugas apa yang perlu dilakukan, siapa dan kapan akan melakukannya dan siapa yang akan melaksanakan proses pengambilan keputusan.

Alamat.

Manajemen harus dilakukan oleh administrator, sehingga para pekerja melaksanakan kegiatan yang diusulkan dan mencapai tujuan yang direncanakan. Pada saat yang sama, karyawan harus diberi tahu tentang tujuan dan kebijakan yang mengatur perusahaan.

Bimbingan dan orientasi harus diberikan kepada personel yang bertanggung jawab atas tugas pekerjaan, dengan mempertimbangkan rasa hormat, kepemimpinan dan motivasi.

Koordinasi.

Koordinasi didasarkan pada keterkaitan antara prosedur dengan kegiatan yang dilakukan di perusahaan sehingga dapat saling melengkapi dan berpihak pada pekerjaan karyawan.

Koordinasi bertujuan untuk menyatukan segala sesuatu yang dilakukan sehingga tujuan dan sasaran umum yang diajukan oleh perusahaan dapat terpenuhi.

Kontrol.

Pengendalian berkaitan dengan peran administrator: mengevaluasi dan memeriksa bahwa kegiatan di perusahaan telah dilaksanakan dengan benar.

Selain itu, kontrol ini harus mengawasi agar aturan dipatuhi, tidak menyimpang dari tujuan dan, jika perlu, kesalahan diperbaiki.



Leave a Reply