Floem adalah

Floem adalah jaringan kompleks dari tanaman yang pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan Nageli pada tahun 1853. Floem merupakan bagian dari sistem vaskuler dalam sel tumbuhan yang melibatkan translokasi molekul organik dari daun ke berbagai bagian tanaman seperti batang, bunga, buah dan akar.

Karena itu floem adalah sel yang terbuat dari jaringan khusus yang dikenal sebagai “jaringan pembuluh angkut” yang memungkinkan konduktansi makanan pada tumbuhan. Ini terdiri dari sel hidup seperti sel saringan, sel pendamping, floem parenkim dan satu-satunya sel mati yang merupakan serat floem.

Pengertian

Floem adalah jaringan khusus sel tumbuhan yang memindahkan makanan dari bagian fotosintesis (daun) ke bagian yang tidak berfotosintesis (seperti batang, bunga, kuncup, buah-buahan, akar). Karena itu ia melakukan translokasi molekul organik yang larut seperti asam amino, gula dll sebagai sumber makanan dan energi ke tumbuhan .

Klasifikasi

Floem dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yang diberikan di bawah ini:

  • Floem primer: Berasal dari prokambium yang berkembang sebagai hasil dari pertumbuhan primer tumbuhan. Ini lagi dibagi lagi menjadi protofloem dan metafloem. Protofloem adalah tipe, yang telah terbentuk terlebih dahulu sedangkan metafloem adalah tipe, yang telah terbentuk kemudian. Perbedaan utama antara protofloem dan metafloem adalah: Protofloem terdiri dari tabung saringan sempit sedangkan metafloem terdiri dari tabung saringan luas.
  • Floem sekunder: Berasal dari kambium vaskuler selama pertumbuhan sekunder tumbuhan.

Ciri-ciri Floem

  • Di sebagian besar tumbuhan, keberadaan floem di batang dan akar ditemukan di luar xilem.
  • Namun, floem dapat hadir baik internal maupun eksternal untuk xilem. Oleh karena itu, ketika floem bersifat internal ke xilem, maka itu akan disebut sebagai “Floem internal” dan ketika hadir eksternal ke xilem maka akan disebut sebagai “floem eksternal”.
  • Pada daun, terjadinya floem berada di sisi bawah atau permukaan abaxial daun. Namun, pada spesies tanaman tertentu yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae dan Convolvulaceae, floem tersebut hadir pada permukaan daun baik daun maupun daun.
  • Ketika floem internal ke xilem sekunder, maka itu akan disebut sebagai floem antar xilem”Interxylary phloem”. Floem antar xilem dapat terjadi dalam dua bentuk baik sebagai cincin konsentris atau sebagai untaian radial.

Struktur Floem

Komponen struktural floem adalah sebagai berikut:

Unsur tapis.

Ini adalah elemen penting yang terdiri dari sel-sel hidup. Unsur tapisĀ  terdiri dari tabung tapis dan sel tapis.

Tabung tapis: Tabung tapis adalah tabung panjang dan ramping yang dihubungkan satu sama lain dari ujung ke ujung. Pada ujung tabung tapis, plat tapis hadir yang terdiri dari banyak saringan atau pori-pori.

Tabung tapis tidak memiliki nukleus dan organel sel seperti tubuh Golgi, ribosom, retikulum endoplasma, dll. Yang merupakan ciri khas. Pada saat tumbuhan dewasa, tabung tapis mengandung vakuola besar karena sitoplasma akan bergerak menuju pinggiran dan akan hadir dalam bentuk lapisan tipis.

Sel tapis: Ini panjang, berdinding tipis dengan ujung meruncing. Pori-pori hadir di seluruh permukaan sel tapis berbeda dengan tabung tapis.

Fungsi unsur tapis:

  • Ini terlibat dalam konduktansi makanan.
  • Mikrofibril selulosa yang merupakan unsur utama dari tabung tapis memberikan kekuatan mekanis pada tabung tapis.
  • Plat tapis juga memungkinkan gerakan bolak-balik getah melalui lubang.

Sel Pendamping.

Ini juga merupakan komponen hidup sel tumbuhan yang berhubungan dengan setiap tabung tapis. Sel pendamping mengandung nukleusnya sendiri yang dengannya mereka tidak hanya mengendalikan aktivitasnya tetapi juga mengontrol aktivitas tabung tapis tetangga. Dapat disebut sebagai parenkim termodifikasi yang terdiri dari sitoplasma padat, organel sel. Karena adanya organel sel, sel pendamping secara metabolik sangat aktif. Sel pendamping melepaskan ATP untuk translokasi makanan dan dengan demikian membantu dalam konduktansi makanan.

  • Plasmodesmata: Ini adalah untaian sitoplasma yang menghubungkan tabung tapis dan sel pendamping.
  • Lumen: Ini adalah ruang kosong tabung atau tidak memiliki organel.
  • Dinding sel: Ini adalah penutup terluar tabung ayakan. Dinding sel memberikan resistensi terhadap tabung saringan dari tekanan tinggi.
  • Membran sel: Ini adalah membran bilayer fosfolipid yang ada di bagian dalam dinding sel. Membran sel menahan getah di dalam tabung dan memompa sukrosa masuk dan keluar dari tabung saringan.
  • Floem parenkim: Ini juga merupakan komponen hidup yang terdiri dari sel parenkim. Ini bertanggung jawab untuk konduksi radial makanan dan juga bertindak sebagai sel penyimpanan yang menyimpan lateks, resin dll.
  • Serat floem: Ini adalah satu-satunya elemen mati, yang terdiri dari sklerenkim. Serat tebal berdinding dengan rongga yang sempit dan ujung meruncing. Serat floem memberikan kekuatan mekanis ke sel. Tanaman tertentu seperti Hibiscus, Cannabis, dan Linum dll penting untuk produksi serat secara komersial.

Fungsi Floem:

  • Floem membantu dalam konduktansi makanan seperti gula, asam amino dll dari daun ke bagian lain dari tumbuhan.
  • Ini juga dapat membantu dalam transportasi protein dan mRNA.
  • Tabung tapis floem memberi kekuatan pada tumbuhan terhadap ledakan sel.
  • Plat tapis memungkinkan gerakan terus-menerus getah melalui pori-pori baik ke arah depan maupun ke belakang yang membuat sel terhidrasi.
  • Floem parenkim dapat menyimpan bahan ergastik seperti resin, lateks dll.

Oleh karena itu, floem membantu dalam translokasi makanan dari sumber (Daun) yang melakukan proses fotosintesis dan menenggelamkannya ke bagian lain yang digunakan untuk pertumbuhan dan kegiatan lain dari tanaman.



Leave a Reply