Fantasi adalah

Fantasi adalah kemampuan manusia untuk membayangkan fakta, peristiwa atau situasi yang mungkin atau tidak mungkin, nyata atau tidak nyata. Kata seperti itu, berasal dari bahasa Latin phantasĭa, dan ini pada gilirannya berasal dari bahasa Yunani φαντασία (phantasía).

Fantasi melibatkan tingkat imajinasi yang lebih tinggi, karena ini menyiratkan kemampuan seseorang untuk menemukan, menciptakan atau menghasilkan dunia atau situasi imajiner atau chimerical dengan pikiran mereka.

Dalam pengertian ini, fantasi dapat diekspresikan melalui kreasi artistik dalam produksi karya-karya seperti lukisan, patung, novel, film, karya musik, dll.

Dalam hidup kita, adalah hal biasa bagi kita untuk memiliki pemikiran yang luar biasa tentang hal-hal yang ingin kita lakukan atau yang kita harap telah kita lakukan. Jenis fantasi ini, yang memungkinkan kita memproyeksikan impian dan keinginan kita, bersifat positif.

Namun, menurut psikologi, terkadang fantasi dapat menjadi indikator bahwa pikiran kita menggunakan mekanisme pertahanan untuk menghindari situasi nyata yang menimbulkan ketidaksenangan atau kesedihan.

Fantasi juga bisa berupa film, sastra, atau komik. Bahkan, film animasi klasik Disney disebut Fantasia, karena hal-hal gaib dan supernatural terjadi di dalam film tersebut.

Terakhir, sebagai fantasi, kata ini juga dapat merujuk pada perhiasan yang bernilai kecil, seperti perhiasan kostum atau pakaian yang meniru perhiasan asli.

Fantasi dalam psikologi

Untuk psikologi, fantasi adalah situasi atau peristiwa yang dibayangkan atau diciptakan oleh pikiran. Melalui mereka, kerinduan, ketakutan dan aspirasi seseorang diekspresikan.

Dalam pengertian ini, fantasi dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan, terutama bila digunakan untuk menghindari emosi atau pikiran yang menghasilkan ketakutan, frustrasi, kekecewaan, atau stres. Secara ekstrim, fantasi dapat mengarah pada narsisme.