Pengertian Encoding

Encoding adalah proses mengubah data dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Sementara “encoding” dapat digunakan sebagai kata kerja, encoding sering digunakan sebagai kata benda, dan mengacu pada tipe spesifik dari data yang dikodekan. Ada beberapa jenis encoding, termasuk encoding gambar, encoding audio dan video, dan encoding karakter.

File media sering di-encoding untuk menghemat ruang disk. Dengan menyandikan audio digital, video, dan file gambar, mereka dapat disimpan dalam format yang lebih efisien dan terkompresi. File media yang di encoding biasanya memiliki kualitas yang sama dengan rekan aslinya yang tidak dikompresi, tetapi memiliki ukuran file yang jauh lebih kecil. Misalnya, file audio WAVE (.WAV) yang dikonversi ke file MP3 (.MP3) mungkin berukuran 1/10 dari ukuran file WAVE asli. Demikian pula, file video terkompresi MPEG (.MPG) hanya mungkin memerlukan sebagian kecil dari ruang disk seperti file video digital asli (.DV).

Encoding karakter adalah jenis pengodean lain yang mengkode karakter sebagai byte. Karena komputer hanya mengenali data biner, teks harus direpresentasikan dalam bentuk biner. Ini dilakukan dengan mengubah setiap karakter (yang termasuk huruf, angka, simbol, dan spasi) menjadi kode biner. Jenis encoding teks yang umum termasuk ASCII dan Unicode.

Setiap kali data di encoding, itu hanya dapat dibaca oleh program yang mendukung jenis pengkodean yang benar. Untuk file audio dan video, ini sering dilakukan oleh codec, yang menerjemahkan data secara real-time. Sebagian besar editor teks mendukung beberapa jenis encoding teks, sehingga jarang menemukan file teks yang tidak akan terbuka di editor teks standar. Namun, jika editor teks tidak mendukung encoding yang digunakan dalam dokumen teks, beberapa atau semua karakter mungkin muncul sebagai simbol aneh daripada teks yang dimaksud.



Leave a Reply