Pengertian Eksistensialisme

Eksistensialisme adalah arus filosofis yang mempertanyakan masalah fundamental keberadaan manusia. Kata ini, dengan demikian, disusun dengan kata “existencia” dan akhiran -isme, relatif terhadap faham atau doktrin.

Eksistensialisme berusaha untuk memperjelas masalah yang melekat pada kondisi manusia, makna keberadaan, makna keberadaan dan hakikat kebebasan dan tanggung jawab individu.

Sebagai arus, eksistensialisme muncul pada abad kesembilan belas, sebagai reaksi terhadap empirisme dan rasionalisme, dalam pemikiran filsuf seperti Søren Kierkegaard dan Friedrich Nietzsche.

Namun, dalam konteks peristiwa yang terkait dengan perang dunia pertama dan kedua di mana eksistensialisme akan mengambil penerbangan baru, sebagai konsekuensi dari krisis hati nurani di tingkat sosial dan budaya saat itu.

Masa kejayaannya tercatat antara tahun 1940-an dan 1950-an, dengan Jean-Paul Sartre sebagai angkatan terbesar, yang merupakan orang pertama yang menggambarkan sistem pemikirannya dengan nama ini.

Pada dasarnya ada tiga aliran eksistensialis: eksistensialisme ateis, yang tokoh utamanya adalah Jean Paul Sartre; Eksistensialisme Kristen, yang memiliki karya Søren Kierkegaard, Miguel de Unamuno dan Gabriel Marcel, dan eksistensialisme agnostik, yang memiliki eksponen terbesar pada tokoh Martin Heidegger dan Albert Camus.

Dengan demikian, eksistensialisme adalah arus pemikiran yang sangat populer pada masanya yang memanifestasikan dirinya dalam berbagai bidang seni, seperti novel, teater, atau bioskop.
Eksistensialisme menurut Sartre

Jean-Paul Sartre adalah salah satu tokoh eksistensialisme terpenting di abad ke-20. Sartre memahami manusia sebagai makhluk yang tidak ada artinya, dengan keberadaan yang absurd, yang harus hidup pada saat ini. Ia menyatakan bahwa keberadaan mendahului esensi, yang berarti bahwa setiap manusia harus memberi makna pada hidupnya sendiri. Demikian pula, ia berpendapat bahwa manusia dikutuk untuk menjadi bebas, yang berasumsi bahwa esensi manusia adalah untuk merdeka, dan kebebasan ini merupakan, pada gilirannya, tanggung jawab setiap orang untuk menemukan dirinya sendiri sesuai dengan tindakannya. , pekerjaan dan keputusan.

Eksistensialisme dalam sastra

Sastra adalah sarana ekspresi penting bagi filsafat eksistensialis, yang membahas masalah-masalah seperti makna hidup, absurd, sifat manusia atau masalah kebebasan. Karya Fiódor Dostoevsky, Franz Kafka, Rainer María Rilke, Hermann Hesse, dan Fernando Pessoa dianggap sebagai prekursor. Sastra Jean-Paul Sartre atau Albert Camus secara terbuka bersifat eksistensialis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *