Ekonomi informal adalah

Ekonomi informal, atau ekonomi bawah tanah, didefinisikan sebagai aktivitas atau layanan apa pun yang disembunyikan dari administrasi Negara.

Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam lingkungan ilegalitas atau pasar informal.

Beberapa usaha yang tergolong informal secara ekonomi misalnya, pedagang kaki lima dan truk makanan.

Karakteristik Ekonomi informal

Ciri-ciri utama yang melingkupi perekonomian ini adalah sebagai berikut:

  • Informalitas usaha mereka, baik dalam penjualan atau jasa.
  • Pergerakan besar-besaran transaksi tunai dan non-komersial perbankan.
  • Sering dikaitkan dengan kemiskinan, kurangnya produksi dan salah urus suatu negara.
  • Perkembangan kecerdikan dari kebutuhan untuk menemukan cara kerja yang menguntungkan.

Penyebab dan dampak ekonomi informal

Penyebab

Beberapa penyebab yang dapat mengarah pada perekonomian informal adalah:

  • Inflasi dan migrasi.
  • Biaya tinggi di bidang-bidang seperti tanah, rumah dan penjualan lainnya yang keuntungannya hanya menguntungkan penjual, yang menghindari pajak undang-undang perpajakan.
  • Situasi ekonomi suatu negara dan pajaknya yang tinggi yang menghasilkan alternatif perdagangan di luar sistem ekonomi dicari.

Dampak

Beberapa dampak paling umum dari perekonomian informal adalah sebagai berikut:

  • Kehilangan penerimaan pajak oleh Negara.
  • Penundaan dalam proyek modernisasi tenaga kerja negara.
  • Generasi pekerjaan hitam, yang membawa masalah adaptasi sosial bagi karyawan.
  • Batasan pertumbuhan ekonomi dan PDB suatu negara.

Contoh Ekonomi informal

Beberapa contoh bisnis yang dapat kita temukan dalam perekonomian informal adalah sebagai berikut:

  • Pembajakan.
  • Pelacuran.
  • Pasar jual kembali yang populer.
  • Tips.
  • Penjaga kendaraan.
  • Kerajinan tangan.
  • Pembersih kaca.
  • Pelukis independen.
  • Penjual sayur seluler.



Related Posts

None found