Daur Hidup Kecoa dan Penjelasannya

Kecoa adalah salah satu jenis makhluk hidup serangga yang memiliki ciri-ciri yang bisa ditemukan dimana saja. Daur hidup kecoa ada tiga fase dimuali dari telur dan berakhir pada bentuk dewasa. kecoa memang bisa hidup dimanapun berada bahkan di dalam rumah, kamar mandi, toilet, kantor, sekolah, perpustakaan, tempat ibadah dan masih banyak tempat lainnya.

Kecoa lebih suka tinggal di tempat yang hangat, lembap dan biasanya yang banyak sumber makanannya. Kecoa menjadi salah satu serangga yang mengganggu manusia karena jorok dan bisa menyalurkan berbagai macam penyakit kepada manusia.

Aktivitas kecoa sebagian besar dilakukan pada saat malam hari dan sangat suka bersembunyi di tempat gelap oleh karena itu sangat sering muncul kecoa tiba-tiba dari sudut-sudut gelap seperti kolong tempat tidur, lemari atau tempat gelapnya.

Kecoa juga sangat senang dengan tempat-tempat kotor sehingga jika terdapat kecoa di suatu tempat itu juga bisa mengindikasikan bahwa tempat tersebut sangatlah jorok dan tidak terjaga kebersihannya.

Bau kecoa tidak sedap karena habitatnya yang berada di tempat yang kotor. Oleh karena itu tidak heran jika saat tidur ada kecoa melintas akan tercium bau menyengat.

Kecoa termasuk serangga yang memiliki bentuk tubuh oval dan pipih. Memiliki warna coklat pekat, dengan ukuran kecoa dewasa kira-kira 5 cm. Meskipun kecoa mempunyai ukuran yang tidak terlalu besar namun merupakan jenis serangga yang menakutkan dan menjijikan.

Kecoa mempunyai kepala yang tersembunyi dan tidak telihat di bawah pronotum kepalanya dan mempunyai satu mata dan sepasang mata majemuk. Terdapat dua sayap yang berada ditubuhnya baik pada kecoa betina ataupun kecoa jantan.

Berikut adalah penjelasan dari daur hidup kecoa :

1. Dimulai dari Telur

Kecoa mempunyai fase hidup atau metamorfosa yang tidak sempurna karena hanya terdapat tiga fase saja. fase pertama adalah bertelur, telur kecoa berbentuk mirip seperti kapsul dengan ukuran kecil dan bewarna coklat pekat.

Kecoa bertelur pada daerah yang terlihat kumuh atau ditempat sampah atau bahkan di tempat yang tidak banyak terjamah oleh manusia karena akan lebih aman, berbeda dengan daur hidup kupu-kupu yang jauh dari tempat kotor.

Telur kecoa memiliki cangkang yang keras dan tidak mudah pecah karena memiliki semacam cairan tertentu yang menempel pada tempat telur tersebut.

2. Kemudian Nimfa

Telur kemudian menetas dan akan menjadi nimfa atau bayi kecoa. Bayi kecoa ini sangat kecil dan bewarna putih seperti kutu beras.

Nimfa tersebut sudah mampu bergerak bebas dan kemudian lama kelamaan terjadi perubahan warna menjadi coklat. Pada fase ini bayi kecoa masih sangat rentan dikarenakan belum memiliki sayap. Kecoa juga bisa mengalami pergantian kulit sehingga menjadi kulit seperti kulit kecoa dewasa.

Namun nimfa sudah bisa mencari makanannya sendiri denga mencari makanan yang ada di sekitarnya. Nimfa kemudian berubah menjadi kecoa muda dan hampir menjadi kecoa dewasa.

3. Akhirnya Kecoa dewasa

Setelah menjalani proses dari telur dan nimfa kemudian yang terjadi adalah kecoa menjadi kecoa muda dan berangsur menjadi dewasa yang telah memiliki sayap.

Ya, kecoa bisa terbang baik kecoa betina maupun kecoan jantan. Perbedaan kecoa muda dengan kecoa dewasa adalah kecoa muda ukurannya saja yang lebih kecil dibandingkan dengan kecoa yang sudah dewasa.

Pada fase ini kecoa sudah dapat mandiri dan bisa mencari makanan sendiri serta melakukan pertahanan diri jika ada predator atau pemangsa yang akan memangsanya.

Fakta Mengenai Kecoa yang Mengejutkan

Banyak sekali fakta tentang kecoa yang tidak banyak orang tahu, kecoa merupakan hewan yang sangat menggelikan dan menjijikkan sehingga tak banyak orang yang ingin mengetahui tentang kecoa.

Berikut adalah penjelasan mengenai fakta kecoa :

  • Kecoa juga bisa terbang – Kecoa mempunyai sayap yang bisa digunakan untuk terbang, biasanya kecoa akan terbang saat terdesak saja seperti ketika ada pemangsa, predator atau dirinya merasa dalam bahaya. Kecoa juga akan terbang saat suhu udara panas.
  • Kecoa penyumbang utama penyebab global warming – Apabila ada perlombaan kentut atau buang angin mungkin kecoa akan menjadi sang juara, karena kecoa hampir rata-rata akan kentut selama 15 menit sekali.
  • Kentut kecoa berupa gas metana, bahkan kecoa akan tetap buang angin meskipun dia telah mati dan berlangsung 18 jam lamanya. Dengan jumlah kecoa yang ada di seluruh dunia ini bisa anda bayangkan berapa banyak gas metana yang ada di bumi dan menjadi salah satu penyebab utama rusaknya lapisan ozon dan sangat memberikan dampak terhadap pecemaran udara.
  • Mati telentang – Kecoa akan mati saat dirinya telentang karena koordinasi otot di dalam tubuhnya tidak akan berfungsi atau berhenti sehingga kecoa akan mati dalam keadaan telentang.
  • Mampu hidup tanpa kepala – Kecoa bisa hidup tanpa kepala hal ini disebabkan kecoa bernafas menggunakan ventilator di dalam tubuhnya dan kepala bukan merupakan organ yang sangat vital sehingga kecoa bisa hidup hingga 7 hari tanpa kepalanya.
  • Kecoa penyebab asma – Kecoa akan memproduksi serbuk-serbuk halus yang akan masuk kedalam saluran pernafasan dan menyebabkan sesak nafas atau asma.
  • Kecoa dapat tahan terhadap radiasi – Hal ini memang belum dapat dibuktikan kebenaranya, namun konon katanya saat terjadi bom nuklir di negara jepang, kecoa tidak ikut mati. Menurut ilmuan dalam sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa kecoa mampu bertahan hidup dengan 10x lebih besar radiasi dari pada yang bisa dilakukan oleh manusia.
  • Kecoa salah sebagai penular penyakit – Di dalam penelitian tubuh kecoa terdapat serangga pathogen yang sangat (merugikan atau bahaya) seperti salmonella, streptococcus, serta jenis bakteri pathogen lainnya yang bisa menyebabkan berbagai bentuk penyakit seperti tipus, diare, disentri, polio, cholera, hepatitis A dan demam.

Cara Membasmi Kecoa yang Alami

Karena kecoa menjadi serangga yang sangat menjijikan dan banyak ditakuti maka biasanya orang akan membasmi kecoa.

Jika anda ingin membasmi kecoa usahakan untuk tidak membunuhnya dengan menggencetnya atau menginjaknya dengan kaki tanpa alas sehingga keluar semua isi perut kecoa.

Ingat bahwa di dalam perut kecoa terdapat banyak sekali terkandung cacing dan bakteri yang apabila terkena kulit akan langsung masuk melalui pori-pori tubuh sehingga menjadi penyakit kulit bahkan lebih parah lagi dapat menyebabkan pembengkakan besar dan dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Cara yang mudah digunakan untuk membasmi kecoa adalah anda bisa melakukan dengan dua cara yaitu dengan cara alami atau dengan obat pembasmi kecoa.

Berikut adalah cara mudah untuk membasmi kecoa :

  • Bawang putih – Cukup letakan bawang putih secukupnya yang sudah dipotong-potong dan letakan di daerah kecoa biasanya sering muncul. Kecoa sangat tidak menyukai bawang putih karena banyak mengandung zat anti bakteri yang bisa membuat kecoa lari terbirit-birit.
  • Air panas – Mungkin terdengar agak sedikit sadis namun inilah salah satu cara yang sangat ampuh untuk membasmi kecoa terutama pada kawanan kecoa yang sedang berkumpul. Siramlah air panas pada kecoa dan kecoa pun akan langsung mati dan tidak akan menganggu anda lagi.
  • Mentimun – Kecoa juga tidak suka dengan mentimun, anda bisa menaruh mentimun didekat makanan supaya tidak dilewati oleh kecoa.
  • Air sabun – Anda bisa menyiramkan air yang sudah dicampur dengan sabun cuci atau deterjen dan dalam sekejap kecoa akan langsung mati.
  • Obat pembasmi serangga – Gunakanlah pembasmi serangga yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan anda.

Related Posts