Budaya organisasi adalah

Budaya organisasi adalah karakteristik yang menentukan individu yang membentuk perusahaan.

Sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan merupakan bagian dari budaya organisasi. Dari sistem, strategi dan struktur yang dimiliki suatu perusahaan akan dapat diketahui cara kerjanya.

Budaya organisasi berusaha untuk mengurangi ketidaksepakatan antara individu-individu yang membentuk perusahaan dan mendorong komunikasi di antara mereka.

Sistem ini mendorong karyawan untuk mengembangkan perilaku positif yang menghasilkan pencapaian dan produktivitas yang lebih tinggi.

Definisi menurut penulis

Berikut ini adalah definisi budaya organisasi yang telah diberikan oleh beberapa penulis di lapangan:

  • Robbins Stephen: “menetapkan sistem makna bersama di antara anggota suatu organisasi, yang membedakannya dari yang lain.”
  • Chiavenato: “proses modifikasi budaya yang direncanakan atas nilai, perilaku dan struktur yang dilakukan oleh individu dalam suatu organisasi untuk beradaptasi dengan pasar baru, teknologi dan tantangan yang terus-menerus muncul.”

Karakteristik budaya organisasi

Di antara karakteristik utama budaya organisasi, kami dapat menyoroti bahwa:

  • Ini ditandai dengan menjadi identitas organisasi.
  • Itu dibentuk dari orang-orang di suatu organisasi.
  • Tentukan bagaimana anggota organisasi berhubungan satu sama lain.
  • Ini mengusulkan aturan perilaku untuk karyawan.
  • Itu dipelajari dan ditularkan melalui interaksi antara karyawan organisasi.
  • Mendorong produktivitas di tempat kerja.
  • Sulit untuk berubah.

Komponen budaya organisasi

Unsur-unsur yang membentuk budaya organisasi suatu organisasi adalah sebagai berikut:

  • Model: visi, misi, nilai, tujuan.
  • Struktur organisasi: fungsi apa yang dilakukan setiap karyawan, sesuai dengan tingkat hierarki mereka.
  • Identitas merek: logo, merek, dan simbol yang mewakili organisasi.
  • Keyakinan: nilai-nilai dan peristiwa-peristiwa yang menjadikan nilai bagi anggota organisasi.
  • Kebiasaan: rutinitas anggota organisasi, rapat, laporan, waktu kedatangan, dll.
  • Sikap: cara berperilaku sehari-hari, persahabatan, berurusan dengan karyawan, dll.

Jenis budaya organisasi

Budaya organisasi dapat diklasifikasikan menurut orientasinya.

Berorientasi daya

Jenis budaya organisasi ini bertujuan untuk menonjol dari persaingan, memposisikan diri sebagai yang pertama di pasar dan menghasilkan kekuasaan melalui daya saing.

Ini ditandai dengan pengambilan keputusan terpusat dan kepemimpinan yang kuat.

Berorientasi pada norma

Jenis ini ditandai dengan kepatuhan ketat terhadap regulasi, yang menghasilkan stabilitas dan keamanan pada karyawan.

Berorientasi hasil

Jenis budaya organisasi ini ditujukan untuk mencapai hasil dan mencapai efisiensi yang lebih besar, mengurangi biaya dan sumber daya.

Berorientasi pada orang

Jenis ini bertujuan untuk kepuasan anggotanya, perkembangannya dan pertumbuhan pribadinya sebagai sumber motivasi untuk mencapai tujuan.

Pentingnya budaya organisasi

Relevansi budaya organisasi terletak pada kenyataan bahwa melalui itu individu dari suatu organisasi ditunjukkan nilai fundamental mereka, menyebabkan di dalamnya motivasi, produktivitas yang lebih besar dan kesenangan berfungsi untuk perusahaan.

Untuk itu, perusahaan perlu melaksanakan program pelatihan dan pengembangan untuk merangsang dan meningkatkan keterampilan karyawan dan kelompok kerja.

Demikian pula, dengan mempertahankan budaya organisasi, akan memungkinkan untuk mengetahui terlebih dahulu masalah-masalah yang dapat dihadapi dan dicapai oleh kelompok kerja yang dibentuk tim, dengan ide-ide yang jelas dan positif, yang mengarah pada hasil yang lebih baik.