Autisme: 8 hal yang tidak Anda ketahui tentang gangguan ini

Hampir 1% dari populasi anak menderita autisme. Autisme mengganggu kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan terlibat dalam interaksi sosial, dan diidentifikasi dengan adanya perilaku berulang.

8 keingintahuan dan hal-hal yang tidak Anda ketahui tentang autisme

Pada artikel ini kita akan mengulas total delapan penemuan tentang gangguan ini.

1. Jenius dengan autisme

Pemikir, ilmuwan, dan musisi terkemuka seperti Isaac Newton, Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig Beethoven, Inmanuel Kant, dan Albert Einstein telah dipelajari oleh Michael Fitzgerald, seorang psikiater Inggris di Trinity College Dublin, yang menyimpulkan bahwa mereka semua menderita autisme tingkat tertentu.

2. Tengkorak lebih besar dari rata-rata

Mereka yang terkena autisme mengeluarkan tingkat hormon yang lebih tinggi yang terlibat dalam pertumbuhan fisik, seperti faktor pertumbuhan tipe 1 dan tipe 2 seperti insulin, dibandingkan dengan orang yang tidak menderita gangguan ini.

Keanehan ini bisa menjelaskan mengapa lingkar kepala orang autis lebih besar, seperti yang diperingatkan oleh penelitian terbaru dari Universitas Cincinatti yang dipublikasikan di Clinical Endocrinology.

3. Ketidakpedulian terhadap pendapat orang lain

Penelitian oleh California Institute of Technology menunjukkan bahwa orang dengan autisme merasakan ketidakpedulian total tentang apa yang orang lain pikirkan atau pikirkan tentang mereka. Untuk mencapai kesimpulan ini, para peneliti membandingkan pelaksanaan donasi keuangan untuk LSM UNICEF.

Itu dibandingkan dengan dua situasi yang berbeda: pertama ketika donor memberikan sumbangan tanpa ditemani, dan kedua ketika dia diamati oleh orang lain (atau orang lain). Peserta tanpa autisme menyumbangkan jumlah yang lebih besar ketika orang lain hadir, karena jumlah yang disumbangkan dianggap sebagai indikator reputasi sosial mereka dengan orang lain. Untuk penyandang autisme, jumlah yang disumbangkan tidak berbeda tergantung situasinya. Hasilnya dipublikasikan di jurnal PNAS.

4. Memproses informasi lebih efisien

Penyandang autisme memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam memproses informasi dibandingkan dengan populasi umum, sebuah fakta yang dapat mengungkapkan persentase mengejutkan dari orang-orang autis yang pekerjaan pekerjaannya di sektor teknologi tinggi, menurut berbagai penelitian yang dilakukan di Inggris.

Selain pemrosesan informasi yang lebih baik ini, mereka juga lebih mahir membedakan informasi mendasar dari yang tidak. Studi tersebut dipublikasikan dalam Journal of Abnormal Psychology.

5. Morfologi wajah autis

Wajah anak autis memiliki beberapa karakteristik tersendiri, seperti yang dicatat oleh penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Autism.

Mulut dan mata mereka sedikit lebih lebar dari rata-rata, mereka memiliki proporsi dahi yang lebih besar, dan area tengah wajah (pipi dan hidung) sedikit lebih kecil.

6. Bayi prematur

Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dan prematur memiliki peluang 500% untuk mengembangkan gangguan autistik dibandingkan mereka yang lahir dengan berat rata-rata sembilan bulan, seperti yang ditunjukkan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan di Pediatrics yang mengumpulkan data selama lebih dari dua puluh tahun.

7. Secara evolusioner positif

Beberapa gen yang mempengaruhi perkembangan autisme mungkin memiliki kemanjuran evolusioner pada nenek moyang kita, karena mereka menyediakan kapasitas yang lebih besar dalam kecerdasan visual dan spasial, konsentrasi dan memori, kemampuan yang memungkinkan efisiensi yang lebih besar pada individu pemburu dan pengumpul.

8. Neuron cermin

Mereka yang terkena autisme memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk menderita masalah dalam hubungan sosial mereka, karena mereka memiliki keterbatasan dalam kemampuan mereka untuk menunjukkan empati dalam interaksi manusia. Sebuah studi yang terungkap dalam jurnal Biological Psychiatry mengungkapkan bahwa kondisi ini disebabkan oleh perubahan pada sistem neuron cermin (neuron yang memungkinkan kita untuk memahami dan mengantisipasi klaim dan reaksi orang lain), yang berkembang jauh lebih lambat daripada pada manusia. tanpa autisme.

Bonus: Babi Guinea dapat membantu orang dengan autisme

Beberapa penelitian ilmiah telah melaporkan bahwa orang dengan gangguan spektrum autisme mendapat manfaat dari keberadaan hewan pengerat kecil ini.

Anda bisa mengeceknya dengan membaca artikel ini:

  • “Guinea pig memiliki efek positif pada orang muda dengan autisme”

Related Posts