15 keterampilan kognitif yang paling penting

Manusia adalah entitas yang sistem sarafnya memungkinkan kita untuk melakukan sejumlah besar proses mental, yang pada gilirannya memungkinkan kita untuk memiliki sejumlah besar kemampuan kognitif yang kita gunakan secara adaptif untuk beradaptasi dan bertahan hidup. Dari sejumlah besar kemampuan ini, beberapa lebih mendasar bagi kami daripada yang lain.

Sepanjang artikel ini kita akan mengacu pada beberapa kemampuan kognitif yang paling penting.

Keterampilan kognitif yang paling penting

Ada banyak keterampilan kognitif yang kita miliki dan yang kita gunakan terus-menerus untuk bertahan hidup, sebagian besar bahkan secara tidak sadar. Beberapa dari lima belas yang paling penting adalah sebagai berikut.

1.

perhatian

Salah satu keterampilan kognitif paling dasar, perhatian memungkinkan kita untuk memfokuskan sumber daya kognitif kita sedemikian rupa sehingga kita dapat mengoperasikan dan bekerja dengannya. Dalam perhatiannya kita dapat memasukkan kemampuan seperti memegangnya, membaginya, memindahkannya dari rangsangan yang dirasakan sebelumnya untuk menghemat sumber daya kognitif.

Respons orientasi terhadap rangsangan keluar juga disertakan, memungkinkan kita untuk mengaktifkan dan bereaksi terhadap kemungkinan ancaman.

2. Memori

Mampu menyandikan, membangunkan, dan memulihkan informasi sangat penting untuk menghasilkan pengalaman belajar yang memungkinkan kita memperoleh kapasitas atau kemampuan tertentu untuk mengoperasikan informasi secara mental atau bahkan menghasilkan ingatan yang akan menjadi bagian dari sejarah kita.

Mereka termasuk memori kerja (penting untuk pemrosesan informasi apa pun), deklaratif (termasuk episodik) dan non-deklaratif, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

3. Kesadaran diri

Anehnya sedikit yang dipertimbangkan ketika kita memikirkan kemampuan kognitif, itu adalah kapasitas mendasar yang tanpanya kita tidak dapat memiliki identitas.

Ini tentang fakta mampu mengenali diri sendiri, menganggap diri sendiri tidak tergantung pada lingkungan lainnya. Hal ini juga memungkinkan kita untuk dapat memiliki dan mengelola diri sendiri sejarah pribadi dan membangun dan membuat pembelajaran bermakna.

4.

Penalaran

Kemampuan ini selalu dianggap sangat penting, sampai-sampai di masa lalu dianggap sebagai yang membedakan kita dari hewan lainnya. Kemampuan untuk menalar memungkinkan kita untuk menarik kesimpulan dari pengamatan realitas dan bertindak sesuai dengan itu.

Kita dapat memasukkan penalaran induktif (beralih dari kasus tertentu ke aksioma umum), penalaran deduktif (menyimpulkan dari umum bagaimana perilaku kasus tertentu akan) dan penalaran hipotetis-deduktif.

5. Motivasi dan penetapan tujuan

Motivasi memungkinkan manusia untuk memperoleh dan merasakan energi dan dorongan yang diperlukan untuk memulai dan mempertahankan tindakan tertentu, memungkinkan kita untuk menetapkan dan secara aktif mengejar tujuan dan sasaran kita.

Kurangnya motivasi total bahkan bisa membuat kita tidak mencari makan atau air untuk bertahan hidup.

6. Kapasitas asosiasi

Mampu membangun hubungan antara peristiwa yang berbeda adalah kapasitas mendasar tidak hanya untuk manusia tetapi untuk semua jenis makhluk hidup dengan kapasitas untuk belajar.

Sebenarnya, ini adalah dasar dari segala jenis pembelajaran.

7. Fleksibilitas kognitif

Jika kita selalu menjaga perspektif dan visi kita tentang sesuatu, kita tidak akan bisa belajar untuk tidak menghadapi sesuatu yang bertentangan dengan cara kita memahami realitas.

Menjadi fleksibel memungkinkan kami untuk dapat beradaptasi dengan kondisi baru dan memodifikasi skema kami berdasarkan pengalaman yang ditentukan. Hal ini juga memungkinkan kita untuk dapat mengasumsikan perspektif yang berbeda dan memahami motivasi dan pemikiran orang lain, sangat membantu untuk sosialisasi.

8.

Pemecahan Masalah

Sangat terkait dengan yang sebelumnya, kemampuan untuk menggunakan pengetahuan yang diperoleh, mengaturnya dan menghubungkannya dengan pencarian solusi untuk masalah yang kita hadapi.

9. Kreativitas dan pemikiran lateral

Menghasilkan strategi baru di luar informasi dan metode yang kita miliki sampai sekarang telah memungkinkan manusia untuk berevolusi, misalnya, berkontribusi untuk menghasilkan teknologi, teknik, dan prosedur baru yang memungkinkan kita mencapai tujuan atau memecahkan masalah dengan cara yang paling efisien.

10.

Persepsi

Kemampuan untuk memahami adalah sesuatu yang biasanya kita anggap remeh, tetapi kenyataannya adalah bahwa kita dapat menganggapnya sebagai salah satu keterampilan kognitif yang penting. Ini adalah kemampuan untuk mengubah sinyal dari indera menjadi informasi yang dengannya otak kita mampu bekerja untuk memahami secara terkoordinasi, misalnya, informasi berbeda yang membentuk gambar atau apa yang dikatakan gambar kepada kita.

11.

Penghambatan dan manajemen perilaku

Melakukan sesuatu sama pentingnya dengan tidak melakukannya, atau menghambat pola perilaku kita yang sudah mulai berurusan dengan informasi baru atau mengubah strategi jika tidak efektif. Hal ini memungkinkan kita untuk menghemat waktu dan tenaga, ketika tidak secara langsung menghindari bahaya dan mampu beradaptasi dengan lingkungan

12.

Antisipasi dan perencanaan

Masa lalu memang penting, tetapi kemampuan untuk merencanakan dan mengantisipasi hasil yang memungkinkan kita untuk mulai menetapkan rencana dan tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan kita. Ini juga memungkinkan kita untuk menilai risiko dan manfaat, serta kemungkinan konsekuensi dari tindakan kita.

13.

Simbolisasi dan interpretasi

Sesuatu yang fundamental bagi manusia adalah kemampuan untuk menghasilkan unsur-unsur yang memungkinkan sebuah ide untuk direpresentasikan, serta kemampuan untuk menilai apa yang tersirat dari tindakan atau simbol tertentu. Ini memungkinkan kita, misalnya, untuk berkomunikasi dengan rekan-rekan kita dan bersosialisasi, sesuatu yang wajib bagi spesies suka berteman seperti kita.

14.

Bahasa

Meskipun lebih dari sekadar kemampuan kognitif, ia dapat dianggap sebagai aktivitas atau produk darinya, kenyataannya adalah bahwa bahasa adalah kapasitas mendasar dalam hal menghubungkan dan mengirimkan informasi. Kami tidak hanya berbicara tentang pidato tetapi juga tentang literasi, gerak tubuh atau ekspresi.

15.

Metakognisi

Keterampilan kognitif yang sangat relevan adalah fakta kemampuan untuk menilai dan berpikir tentang kognisi sendiri. Metakognisi memungkinkan kita untuk memperhitungkan kemampuan dan pengetahuan kita, untuk menganalisis, misalnya, jenis informasi yang kita kurang untuk memahami situasi atau untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kemampuan kita.

Referensi bibliografi:

  • Lycan, W.G., (ed.). (1999).

    Pikiran dan Kognisi: Sebuah Antologi, Edisi ke-2. Malden, Mass: Penerbit Blackwell.

  • Stanovich, Keith (2009). Apa Tes Kecerdasan Miss: Psikologi Pemikiran Rasional.

    New Haven (CT): Yale University Press.

  • Von Eckardt, Barbara (1996). Apa itu ilmu kognitif? Massachussets: MIT Press.